Belajar Percaya Diri

Hari ini menjadi salah satu hari yang paling berkesan selama aku menjalani masa magang. Aktivitas diawali dengan briefing all team yang rutin dilakukan. Namun, hari ini terasa sangat berbeda karena untuk pertama kalinya aku dipercaya menjadi moderator briefing.

Sebenarnya, pada minggu lalu aku memang sempat ditugaskan sebagai note taker. Saat itu, aku mengira tugas tersebut hanya sebagai pengganti sementara karena note taker utama tidak masuk. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa hari ini justru akan mendapat tanggung jawab yang lebih besar sebagai moderator.

Pagi ini pun dimulai dengan situasi yang cukup menegangkan. Aku datang ke kantor dalam kondisi sangat mepet karena jalanan macet parah. Bahkan sejak dari depan rumah sudah terjadi kemacetan, dan aku harus menghadapi hampir empat titik macet. Akibatnya, perjalanan dari rumah ke kantor yang biasanya lebih singkat harus ditempuh sekitar satu jam karena kondisi lalu lintas yang padat.

Sesampainya aku di kantor, tiba-tiba beberapa orang mengatakan, “Kayaknya kamu deh, Adzka, yang jadi moderator.” Jujur, saat itu aku langsung merasa sangat takut dan panik. Selama ini aku hanya menjadi peserta briefing, tidak pernah membayangkan harus memandu jalannya briefing sendiri. Namun setelah itu, Mbak Zahro, Mbak Ami, dan Mas Ridwan dengan sigap membantu aku untuk mempersiapkan briefing, mulai dari membuat link Zoom hingga persiapan menjelang briefing dimulai.

Hal yang membuat tantangannya semakin besar adalah briefing ini menggunakan bahasa Inggris baru kemudian menggunakan bahasa Indonesia. Ini benar-benar melatih mental aku untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris di depan umum. Terakhir kali aku melakukan hal serupa mungkin hanya saat presentasi mata kuliah Bahasa Inggris Terapan semasa kuliah, itupun tidak sesering ini.

Setelah semua persiapan selesai dan seluruh tim sudah berkumpul, aku pun mulai membuka briefing. Awalnya masih terasa gugup, tetapi seiring berjalannya waktu aku mulai beradaptasi. Alhamdulillah, briefing dapat berjalan dengan lancar meskipun ada satu hal kecil yang sempat terlewat. Dari pengalaman ini, aku merasa mendapatkan pembelajaran yang sangat berarti, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri dan public speaking.

Setelah briefing selesai, aku melanjutkan aktivitas utama dengan melakukan rekonsiliasi bank. Prosesnya dimulai dengan mengecek mutasi rekening, menghitung transaksi yang masuk dan keluar termasuk potongan PPh maupun biaya administrasi bank, kemudian menginput data tersebut ke dalam sistem Zoho untuk mengubah status pembayaran menjadi paid.

Selanjutnya, aku menginput petty cash, mengarsipkan dokumen petty cash, serta menyesuaikan saldo yang tercatat di Zoho dengan saldo pada mutasi bank. Setelah itu, aku melakukan scan invoice, melakukan packing invoice, dan mengarsipkannya ke dalam file Excel sebagai arsip invoice perusahaan.

Di sela-sela aktivitas tersebut, aku juga menyelesaikan misi Duolingo, menulis blog harian magang, serta membaca artikel di website Disway sebagai bentuk pengembangan diri.

Hari ini benar-benar mengajarkan aku bahwa rasa takut tidak selalu berarti harus mundur. Justru dari rasa takut itulah aku belajar, bertumbuh, dan menemukan kemampuan baru dalam diriku, khususnya dalam hal komunikasi dan keberanian berbicara di depan banyak orang.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *