Pada hari ini, hari di mana hujan turun deras hampir seharian.
Pagi dimulai dengan aku bangun lebih awal untuk bersiap pergi magang. Karena sudah punya firasat bahwa hari ini akan hujan lagi dan kemungkinan besar jalanan akan macet, sejak malam sebelumnya aku sudah menyetrika celana dan kerudung yang akan aku pakai. Saat sedang bersiap-siap, aku mendengar hujan turun cukup deras, namun hujan tersebut berhenti cukup cepat sekitar pukul 06.00.
Tak lama kemudian, adikku pamit berangkat ke sekolah diantar oleh ayahku. Saat aku sudah siap sekitar pukul 06.45, ayahku belum juga sampai di rumah dan sudah bisa dipastikan beliau terjebak macet. Sekitar pukul 06.50, ayahku akhirnya sampai dan aku pun bersiap untuk berangkat. Aku mengenakan jas hujan, tas yang sudah dilapisi jas hujan tas, serta helm. Awalnya aku mengira hujan hanya berupa gerimis, tetapi ternyata saat perjalanan dimulai, hujannya justru cukup deras.
Baru saja keluar dari gerbang rumah, jalanan di pertigaan dekat rumahku sudah sangat macet. Karena hujan sudah turun sejak pagi, kemungkinan besar banyak orang yang sudah berada di perjalanan. Aku terjebak macet sekitar sepuluh menit. Ketika akhirnya sampai di jalan yang lebih lancar, hujan justru turun semakin deras. Aku sempat menepi sebentar untuk membenarkan helm karena tidak menutupi wajah dengan sempurna, lalu melanjutkan perjalanan kembali.
Di perjalanan, sebenarnya aku sangat ingin berhenti sejenak untuk membeli sarapan, tetapi kondisi benar-benar tidak memungkinkan. Walaupun jalan menuju kantor tidak macet, kondisi jalan sangat banjir akibat hujan deras. Air hujan menembus hingga ke baju dan kerudungku. Padahal jas hujan sudah terikat dengan benar, tetapi tetap saja bajuku dan kerudungku menjadi sangat basah. Hujan yang turun begitu deras juga cukup terasa perih di tangan, kaki, dan wajah. Perjalanan hari ini memakan waktu lebih dari tiga puluh menit karena genangan air di jalan dan kekhawatiranku motor akan mati karena kemasukan air. Alhamdulillah, motor tetap aman dan tidak mati.
Sesampainya di kantor, aku langsung melepas jas hujan, helm, dan perlengkapan lainnya. Saat membuka jaket, aku cukup kaget karena bajuku dan kerudungku ternyata cukup basah. Setelah itu, aku segera ke toilet untuk mencuci kaki dan tangan, lalu berdiri di depan AC untuk mengeringkan pakaian. Di ruang depan, aku sempat mengobrol sebentar dengan Mas Bagus, Mas Ridwan, dan Mas Labib. Topik obrolannya pun tidak jauh-jauh dari membahas umur dan tentu saja diselingi tawa.
Setelah merasa bajuku dan kerudungku cukup kering, aku mulai membuka laptop dan mencicil menyelesaikan misi Duolingo. Karena tidak sempat membeli sarapan, aku hanya makan camilan yang kemarin aku beli di warung. Sambil ngemil, aku menyelesaikan beberapa misi Duolingo. Setelah itu, aku beralih mengerjakan daftar nominatif yang belum selesai diinput.
Saat sedang mengerjakan daftar nominatif, Mbak Ami mengirimkan mutasi rekening untuk direkonsiliasi. Rekonsiliasi kali ini tidak terlalu banyak, sehingga tidak ada kendala berarti. Aku hanya menghitung PPh 23 jika ada, lalu menginputnya ke Zoho agar status pembayarannya menjadi paid.
Setelah selesai rekonsiliasi bank, aku melanjutkan mengerjakan daftar nominatif hingga bulan Desember 2025. Namun setelah ditotal, ternyata nominalnya tidak balance. Aku pun kembali meneliti satu per satu detail nominal untuk mencari selisihnya. Di tengah proses tersebut, Mbak Nanda menginformasikan agar aku meminta tanda tangan untuk invoice.
Waktu sudah menunjukkan setengah jam menjelang jam makan siang dan hujan masih turun sangat deras. Kami yang perempuan pun berdiskusi bersama mengenai pilihan makan siang. Akhirnya, Mbak Ami mengusulkan untuk membeli soto Mbak Fitrah. Kebetulan aku juga sedang sangat ingin makan soto setelah sebelumnya melihat orang lain makan soto yang terlihat begitu menggugah selera. Kami semua setuju dan mulai mencatat pesanan masing-masing sambil aku tetap melanjutkan mengerjakan daftar nominatif.
Saat jam makan siang tiba dan soto datang, rasanya benar-benar menyenangkan karena perut sudah sangat lapar. Aku mengambil nasi secukupnya dan mulai makan sambil menonton drakor yang belum juga selesai aku tonton, karena biasanya aku hanya menontonnya saat jam makan siang di kantor. Makan siang hari ini terasa sangat nikmat karena makanan dan cuacanya terasa pas.
Setelah selesai makan siang, aku mulai melakukan scan invoice yang akan dikirim ke klien. Setelah proses scan selesai dan menunggu dokumen tambahan, aku melakukan packing invoice dan menginformasikannya kepada Mang Gun untuk dibawa ke JNE. Setelah itu, aku menginput detail invoice ke dalam Excel untuk dijadikan arsip.
Pekerjaan kemudian dilanjutkan kembali dengan memperbaiki daftar nominatif karena masih ada beberapa hal yang perlu disesuaikan. Aku juga berdiskusi dengan Mbak Ami dan Mbak Nanda terkait perubahan yang harus dipindahkan ke manual jurnal dari expense. Setelah itu, aku mengerjakan laporan untuk Kemnaker dan membaca artikel Catatan Harian Dahlan di website Disway.
Sekian ceritaku hari ini. Walaupun hujan deras menemani sejak pagi, hari ini tetap berjalan dengan baik. Sampai jumpa besok.
Leave a Reply