Hai, selamat sore.
Hari ini tidak jauh berbeda dengan kemarin. Dimulai dari aku prepare untuk diriku sendiri, seperti makeup, menyiapkan bekal, menyiapkan minum, memakai jaket, pokoknya semuanya. Hari ini aku cukup terburu buru. Walaupun sudah bangun pagi, aku ingin lebih cepat berangkat ke kantor karena takut kejadian seperti kemarin terulang.
Setelah bekal dan semuanya siap, aku dibantu oleh mimiku dan ayah yang sudah menunggu untuk mengantarku berangkat. Sejak aku kembali tinggal di rumah, kehidupanku benar benar terasa berbeda. Dulu, saat ngekos, aku menjadi pribadi yang sangat mandiri, mulai dari mengatur keuangan, melengkapi kebutuhan diri sendiri, pokoknya semua aku siapkan sendiri.
Mungkin selama tiga tahun aku ngekos, orang tuaku rindu melihat aku bersiap siap pergi. Aku masih ingat, di awal awal aku ngekos, mimiku dan adikku sering menangis karena belum terbiasa dengan suasana rumah tanpa aku. Sekarang aku sudah tinggal di rumah lagi dan semua kebutuhanku terpenuhi dengan bantuan orang tuaku. Kalau menceritakan tentang mereka, rasanya tidak akan ada habisnya. Kebaikan dan kasih sayang mereka selalu mengalir dalam hidupku.
Pagi ini, sebelum berangkat, ayah membantuku memakai jas hujan dan tasku diplastikkan agar tidak basah. Karena punggungku sering sakit kalau membawa barang berat terlalu lama, aku biasanya menaruh tas di gantungan motor. Setelah semuanya siap, baru keluar gerbang rumah saja sudah macet. Aku langsung khawatir karena takut terlambat.
Di tengah kemacetan, ada sedikit kendala. Motorku tiba tiba mati dan tidak bisa distarter. Aku sempat terpikir untuk menelepon ayah, tetapi aku mencoba mengatasinya sendiri terlebih dahulu. Tadinya aku ingin menyela motor, tetapi saat mau menaikkan ke standar dua, aku tidak kuat mengangkatnya. Aku mencoba menstarter lagi, sempat menyala lalu mati kembali. Setelah beberapa saat, motor akhirnya benar benar menyala dan aku melanjutkan perjalanan. Saat motor mati itu, posisiku masih cukup dekat dengan rumah, sementara jarak ke kantor masih cukup jauh.
Aku agak ngebut karena takut macet lagi di jembatan besi. Alhamdulillah, saat mendekati Jembatan Besi Teluk Pucung, ternyata tidak macet. Mungkin macetnya belum mulai. Aku merasa sangat beruntung karena kalau sudah macet di sana biasanya benar benar stuck dan tidak bisa jalan. Namun setelah melewati jembatan besi, di daerah Ganda Agung justru macet parah sampai aku cukup kaget karena area dekat kantor pun ikut macet.
Aku sampai di kantor sekitar pukul 07.45. Hal pertama yang aku lakukan adalah bersih bersih karena selama perjalanan kondisi jalan cukup becek dan gerimis, jadi kaki, tangan, dan maskerkku terkena cipratan kendaraan. Setelah bersih, aku sempat bertanya ke Mang Gun apakah boleh titip umpan ikan, hehe, karena aku memang ingin memberikan umpan ikan.
Setelah itu, aku mengambil payung untuk ke Warung Madura membeli sarapan. Tadi di jalan sangat macet dan aku terlambat, jadi aku tidak sempat membeli sarapan sebelumnya. Menyeberang jalan cukup lama karena harus menunggu kendaraan agak sepi. Setelah kembali ke kantor, aku membuka laptop dan mengerjakan beberapa misi Duolingo.
Setelah sekitar tiga misi, aku mulai mengerjakan petty cash yang harus diinput ke Zoho. Aku scan kwitansi terlebih dahulu, lalu menginput satu per satu sesuai kategori dan tanggalnya. Sambil mengerjakan itu, aku juga menyiapkan arsip petty cash yang akan dilengkapi tanda tangan.
Di tengah mengerjakan petty cash, Mbak Ami memberikan mutasi bank untuk aku lakukan rekonsiliasi. Aku mulai dari bank pertama dengan melihat mutasi dari klien mana saja. Biasanya di mutasi tercantum nomor invoice atau nama klien sebagai keterangan. Setelah data cocok, aku menghitung PPh 23 nya. Namun ada juga yang belum dipotong PPh 23. Setelah nominal di mutasi bank dan di Zoho sudah balance, aku melakukan record payment. Setelah kedua bank selesai direkon, aku menginformasikan ke Mbak Nanda daftar klien yang sudah melakukan pembayaran.
Aku kembali melanjutkan input petty cash dan melengkapi tanda tangan serta kwitansinya. Setelah selesai, Mbak Nanda menginformasikan untuk meminta tanda tangan invoice. Sambil menunggu invoice ditandatangani, aku mengerjakan daftar nominatif perjalanan dinas.
Saat jam makan siang tiba, aku menikmati bekal yang disiapkan oleh mimi sambil menonton drakor yang sedang aku ikuti. Setelah jam makan siang selesai, aku melanjutkan pekerjaan dengan men scan invoice yang akan dikirim ke klien, lalu mem packing invoice tersebut untuk dikirim melalui ekspedisi. Aku juga membuat arsip Excel berisi detail invoice yang dikirim hari ini.
Setelah itu, aku kembali mengerjakan petty cash baru yang diberikan oleh Mbak Nanda. Setelah semua tugas selesai, aku mengerjakan laporan harian untuk dikirim ke klien, membaca artikel Catatan Harian Dahlan di website Disway, dan menyelesaikan kembali misi Duolingo.
Segitu saja ceritaku hari ini. Hari yang cukup menyenangkan karena suasana kantor terasa hangat. Tadi sempat ada obrolan santai dan tawa bersama saat jam makan siang.
Sampai jumpa.
Leave a Reply