Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Seporsi Ayam Geybok dan Kenangan Masa Anak Kos

By adzka
July 24, 2026 2 Min Read
0

Hari ini, menu makan siang di kantor terasa sedikit berbeda. Saat Mba Zahro mengusulkan untuk makan Ayam Geybok, aku langsung mengiyakan tanpa berpikir lama.

Entah kenapa, satu nama makanan itu langsung membawaku kembali ke masa-masa ketika masih menjadi anak kos.

Dulu, Ayam Geybok hampir selalu menjadi penyelamat di akhir bulan, saat sedang malas keluar kos, atau ketika jadwal kuliah sedang padat. Di sekitar kosanku dan kampus, Ayam Geybok selalu menawarkan gratis ongkir. Buat anak kos, promo seperti itu rasanya sangat berarti. Tinggal pesan lewat wa, tidak perlu keluar, dan makanan sudah sampai di depan pintu.

Aku yakin bukan hanya aku yang menyukainya. Rasanya hampir semua teman kampus dan anak kos juga pernah menjadikan Ayam Geybok sebagai pilihan makan. Selain harganya yang ramah di kantong, menu ini juga punya ciri khas yang membuatnya berbeda.

Ayamnya disajikan dengan taburan keju di atas nasi, lalu ditemani sambal kacang yang menurutku cukup unik. Awalnya terdengar seperti perpaduan yang aneh, tetapi setelah dicoba justru cocok. Sampai sekarang pun aku masih merasa rasa Ayam Geybok berbeda dari ayam geprek atau ayam crispy lainnya.

Saat makan siang tadi, aku jadi teringat bagaimana dulu hampir setiap minggu memesan menu yang sama. Bahkan, saking seringnya, rasanya aku sudah hafal menu favorit tanpa perlu melihat daftar makanan lagi.

Lucunya, dulu aku makan Ayam Geybok karena alasan sederhana: murah, enak, dan gratis ongkir. Sekarang, saat kembali memakannya, justru yang paling terasa bukan hanya rasanya, tetapi juga kenangannya.

Makanan memang punya cara yang unik untuk membawa kita kembali ke suatu masa. Hanya dari satu suapan, tiba-tiba ingatan tentang masa kuliah, kehidupan anak kos, dan rutinitas yang dulu dijalani kembali bermunculan.

Tidak terasa, fase itu sudah berlalu. Sekarang aku sudah tidak lagi tinggal di kos atau setiap hari pergi ke kampus. Rutinitasku berubah, begitu juga kesibukanku. Namun ternyata, ada beberapa hal yang tetap sama. Salah satunya adalah rasa Ayam Geybok yang masih mengingatkanku pada perjalanan menjadi seorang mahasiswa.

Hari ini aku belajar lagi bahwa kenangan tidak selalu datang dari tempat yang jauh atau momen yang besar. Kadang, kenangan itu hadir lewat hal yang sangat sederhana, seperti seporsi makan siang yang dulu hampir menjadi bagian dari keseharianku.

Dan siapa sangka, di tengah jam istirahat kerja, seporsi Ayam Geybok bisa membawaku pulang sejenak ke masa-masa menjadi anak kos yang penuh cerita.

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Kenangan yang Tidak Pernah Terulang

Next

Pagi yang Kukira Akan Berjalan Lancar

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme