Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Pagi yang Kukira Akan Berjalan Lancar

By adzka
July 27, 2026 2 Min Read
0

Senin pagi biasanya menjadi awal yang menentukan suasana selama satu minggu ke depan. Makanya, pagi tadi aku sengaja berangkat lebih awal dari rumah. Aku keluar sekitar pukul 06.55 dengan harapan bisa sampai kantor lebih cepat, menyiapkan semuanya terlebih dahulu, lalu memulai pekerjaan dengan lebih tenang.

Ternyata, rencana tinggal rencana.

Begitu sampai di sekitar Jembatan Besi Karang Satria, kendaraan sudah mengular panjang. Bukan hanya mobil, sepeda motor pun benar-benar tidak bergerak. Aku sempat berpikir untuk mencari jalan alternatif dengan masuk ke dalam gang. Dalam hati, aku merasa, “Pasti lebih lancar.”

Sayangnya, puluhan pengendara lain ternyata memiliki pemikiran yang sama.

Gang yang biasanya menjadi jalan pintas justru ikut dipenuhi motor. Kami sama-sama terjebak, bergerak sedikit demi sedikit tanpa tahu kapan benar-benar bisa keluar dari kemacetan. Rasanya ingin tertawa sekaligus pasrah.

Sebenarnya aku ingin mengabari Bu Indah kalau kemungkinan akan terlambat sampai kantor. Namun, ponselku sudah kusimpan di dalam tas, dan di tengah kondisi lalu lintas yang padat seperti itu rasanya kurang memungkinkan untuk berhenti dan mengeluarkannya.

Yang membuatku semakin heran, aku berangkat lebih pagi dari biasanya, tetapi justru sampai di kantor pukul 07.49. Padahal, kalau kondisi jalan normal, aku biasanya sudah tiba sekitar pukul 07.20.

Selisih hampir tiga puluh menit hanya karena satu titik kemacetan.

Menurutku, kemacetan seperti ini bukan hanya menguras waktu, tetapi juga tenaga. Terutama bagi pengendara motor yang harus terus menjaga keseimbangan kendaraan, sesekali maju beberapa meter, lalu berhenti lagi. Saat akhirnya sampai di tujuan, rasanya energi sudah berkurang sebelum hari benar-benar dimulai.

Tidak heran kalau pagi ini kemacetan tersebut sampai menjadi pemberitaan. Bahkan, dilaporkan kendaraan sempat tidak bergerak dalam waktu yang cukup lama karena padatnya arus lalu lintas di kawasan Jembatan Besi Karang Satria.

Semoga saja kondisi seperti ini tidak berlangsung lama. Karena berangkat lebih pagi memang bisa membantu, tetapi kalau semua kendaraan berhenti di satu titik yang sama, yang tersisa hanyalah kesabaran.

Untungnya, meski perjalanan pagi ini cukup melelahkan, aku tetap bisa sampai di kantor dengan selamat. Mungkin, itu yang paling penting untuk disyukuri.

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Seporsi Ayam Geybok dan Kenangan Masa Anak Kos

Next

Belajar Bersyukur dari Perjalanan Hari Ini

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme