Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Ternyata Kita Sama-Sama Belajar

By adzka
September 30, 2026 2 Min Read
0

Semakin dewasa, aku semakin sering melihat orang tuaku bukan hanya sebagai orang tua, tapi sebagai manusia yang juga sedang menjalani hidup.

Dulu mungkin aku cuma melihat hasilnya. Melihat bagaimana mereka bisa sampai di titik sekarang, bagaimana mereka membangun kehidupan, bekerja, mengambil keputusan, dan melewati banyak hal. Tapi semakin aku besar, aku mulai sadar kalau semua itu pasti punya perjalanan yang panjang.

Ada banyak hal yang mungkin nggak aku tahu. Ada keputusan yang pasti nggak mudah, ada masa-masa yang mungkin berat, ada kegagalan, kekhawatiran, dan banyak hal yang mereka lewati sebelum akhirnya bisa sampai di titik ini.

Selama ini kita sering mendengar tentang anak yang harus membanggakan orang tua. Tentang pencapaian anak yang menjadi kebanggaan orang tua. Tapi semakin ke sini aku merasa, ternyata orang tua juga bisa menjadi seseorang yang membanggakan anaknya.

Bukan cuma karena pekerjaan mereka, pencapaian mereka, atau apa yang berhasil mereka punya. Tapi karena melihat bagaimana mereka menjalani hidup sampai sejauh ini.

Sebagai anak pertama, rasanya aku benar-benar ikut menemani mereka belajar menjadi orang tua. Aku lahir ketika mereka juga mungkin masih sama-sama belajar bagaimana caranya menjadi ayah dan ibu. Mereka belum pernah punya pengalaman menjadi orang tua sebelumnya, sama seperti aku yang juga belum pernah punya pengalaman menjadi anak sebelumnya.

Jadi sebenarnya kami sama-sama belajar.

Aku belajar menjadi anak, mereka belajar menjadi orang tua. Aku pernah melakukan kesalahan, mereka juga mungkin pernah salah mengambil keputusan. Aku belajar dari mereka, dan mungkin tanpa mereka sadari, mereka juga belajar dari anak-anaknya.

Dulu aku mungkin berpikir orang tua selalu tahu apa yang harus dilakukan. Sekarang aku sadar, ternyata tidak selalu begitu. Mereka juga bisa bingung, takut, ragu, dan harus mencari tahu sendiri apa yang paling baik untuk keluarganya.

Dan semakin dewasa, aku justru semakin menghargai itu.

Ada satu hal lagi yang baru terasa ketika aku mulai punya lingkungan sendiri. Kebaikan orang tuaku kepada orang lain ternyata ikut sampai kepadaku.

Cara mereka memperlakukan orang, cara mereka menjaga hubungan, cara mereka menghargai orang lain, ternyata membuatku juga diperlakukan dengan baik oleh orang-orang di sekitarku.

Kadang ada orang yang mengenalku bukan karena siapa diriku sebelumnya, tapi karena mereka pernah mengenal atau mendengar tentang orang tuaku. Dari situ aku baru sadar, ternyata kebaikan yang mereka tanam selama ini bisa tumbuh sampai ke anaknya.

Mungkin itu juga salah satu bentuk warisan yang nggak bisa dihitung dengan angka.

Bukan cuma rumah, pendidikan, atau sesuatu yang bisa diberikan secara materi. Tapi cara memperlakukan orang lain, cara menjaga nama baik, dan bagaimana menjadi manusia yang baik di tengah banyak orang.

Dulu aku sering berpikir aku ingin menjadi anak yang bisa membanggakan orang tua.

Sekarang rasanya aku juga ingin menjadi anak yang suatu hari bisa berkata, “Aku bangga punya orang tua seperti kalian.”

Karena semakin dewasa, aku semakin tahu bahwa mereka juga sudah melewati banyak hal untuk bisa sampai di sini.

Dan mungkin perjalanan kami memang berbeda, tapi sebenarnya kami sedang melakukan hal yang sama: sama-sama belajar hidup, sama-sama bertumbuh, dan sama-sama berusaha menjadi versi diri yang lebih baik dari sebelumnya.

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Ternyata Aku Pernah di Posisi Itu

Next

Kenapa Langit Sore Selalu Menarik?

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme