Ternyata Aku Pernah di Posisi Itu
Senin kemarin waktu briefing, ada sesi perkenalan team baru dari MagangHub. Satu per satu mereka memperkenalkan diri, mulai dari nama, jurusan, sampai sedikit cerita tentang mereka.
Aku yang duduk sambil dengerin tiba-tiba ngerasa dejavu.
Beberapa bulan yang lalu, aku juga pernah ada di posisi itu. Duduk di antara orang-orang yang belum terlalu dikenal, memperkenalkan diri sambil mikir harus ngomong apa, dan mencoba menyesuaikan diri sama lingkungan yang masih baru.
Rasanya sebenarnya belum lama. Tapi ternyata kalau dilihat dari posisi sekarang, sudah cukup banyak yang berubah.
Dulu aku yang masih bertanya-tanya soal pekerjaan, masih belajar alur kerja, masih sering memastikan lagi apakah yang aku kerjakan sudah benar atau belum. Sekarang aku malah duduk mendengarkan orang lain memperkenalkan dirinya sebagai anak MagangHub baru.
Ada satu hal yang menurutku lucu dari situ. Kita sering merasa perubahan dalam diri sendiri nggak terlalu kelihatan karena menjalaninya setiap hari. Tahu-tahu ada momen seperti ini yang bikin sadar, “Oh iya, ternyata aku sudah sejauh ini.”
Aku juga jadi ingat rasanya jadi orang baru. Ada rasa excited, tapi pasti ada juga sedikit bingung. Belum tahu harus banyak bertanya atau menunggu diarahkan, belum hafal nama orang, belum tahu kebiasaan di kantor, sampai masih mencoba memahami sebenarnya pekerjaan kita nanti akan seperti apa.
Dan sekarang, melihat orang lain mengalami fase yang sama, rasanya sedikit berbeda.
Bukan karena aku sudah paling tahu atau paling lama. Aku juga masih banyak belajar. Cuma sekarang aku sudah melewati bagian yang dulu terasa asing itu.
Mungkin memang begitu cara waktu menunjukkan kalau kita berkembang. Bukan selalu lewat sesuatu yang besar. Kadang cukup dengan melihat seseorang yang sedang menjalani fase yang beberapa bulan lalu juga kita jalani.
Aku jadi kepikiran, mungkin beberapa bulan dari sekarang mereka juga akan melihat anak baru berikutnya dan mengalami dejavu yang sama.
Ternyata waktu memang jalan terus. Kita cuma sering nggak sadar kalau ternyata kita juga ikut berjalan bersamanya.