Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Ternyata Nenek Tidak Menemani Kita Sampai Dewasa

By adzka
August 14, 2026 2 Min Read
2

Ada satu kalimat yang lewat di media sosialku dan entah kenapa membuatku cukup tertegun.

“Pantes pas kecil nenek segitu sayangnya sama kita, ternyata nenek nggak nemenin kita sampai dewasa.”

Aku baca kalimat itu beberapa kali, lalu tiba-tiba teringat sama nenekku dari pihak ayah yang sudah tidak ada sekitar satu tahun yang lalu.

Sampai sekarang, rasanya aku masih belum sepenuhnya terbiasa dengan kenyataan kalau beliau sudah tidak ada. Kadang aku masih menangis di malam hari karena rasanya seperti beliau hanya sedang tidak ada di rumah, seperti aku hanya sedang jarang bertemu dengan beliau. Bukan karena beliau sudah benar-benar pergi dan tidak akan pernah bisa aku temui lagi.

Mungkin karena dari kecil kita terbiasa melihat nenek sebagai seseorang yang selalu ada. Ada yang menyayangi kita, memperhatikan kita, dan menjadi bagian dari banyak cerita masa kecil. Jadi ketika suatu hari orang tersebut tidak ada, rasanya seperti ada bagian dari masa kecil kita yang ikut hilang.

Salah satu hal yang paling aku ingat sampai sekarang adalah saat pertama kali aku mulai bekerja. Tepat di bulan Agustus, saat seharusnya menjadi salah satu momen yang ingin aku ceritakan dan bagikan kepada nenek, beliau justru sedang berada di ICU.

Beliau akhirnya tidak sempat melihat aku bekerja.

Kadang aku masih berpikir, seandainya waktu itu beliau bisa melihat aku memakai pakaian kerja, pergi ke kantor, dan mulai menjalani kehidupanku sebagai seorang pekerja. Mungkin aku ingin sekali bercerita tentang bagaimana pekerjaanku, bagaimana hari-hariku, dan hal-hal kecil yang terjadi dalam hidupku setelah aku mulai bekerja.

Tapi ternyata kesempatan itu tidak pernah ada.

Yang paling aku ingat dari hari-hari terakhir bersama beliau hanyalah genggaman tangannya saat beliau menggenggam tanganku ketika berada di ICU.

Sederhana sekali, tapi justru itu yang sampai sekarang masih aku ingat.

Kadang aku berharap waktu bisa kembali sebentar saja. Bukan untuk mengubah apa pun, tapi hanya ingin punya sedikit lebih banyak waktu untuk bertemu, mengobrol, dan mungkin mengatakan lebih banyak hal yang dulu belum sempat aku sampaikan.

Sekarang, yang bisa aku lakukan mungkin hanya mengingat semua kebaikannya dan mendoakannya.

Aku juga ingin percaya bahwa meskipun beliau sudah tidak bisa melihat kami secara langsung, semoga di atas sana beliau tetap bisa melihat anak dan cucu-cucunya yang sedang menjalani kehidupan masing-masing.

Semoga beliau tahu bahwa kami baik-baik saja di sini.

Dan semoga beliau juga tahu bahwa sampai sekarang, beliau masih sering dirindukan.

Ternyata benar, mungkin saat kita kecil kita tidak pernah berpikir kalau orang-orang yang sangat kita sayangi tidak akan selalu menemani kita sampai dewasa. Kita hanya menikmati waktu bersama mereka tanpa tahu bahwa suatu hari kenangan-kenangan kecil itu justru akan menjadi sesuatu yang paling kita rindukan.

Untuk Nenek, terima kasih sudah menjadi bagian dari masa kecilku dan memberikan banyak kasih sayang yang sampai sekarang masih aku ingat.

Semoga Nenek tenang di sana.

Semoga suatu hari nanti, ketika aku sudah mencapai banyak hal dalam hidupku, Nenek bisa melihatnya dari tempat terbaik.

Al-Fatihah. 🤍

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Ketika Jalan Sendiri Tidak Selalu Terasa Aman

Next

Rasa Penasaran Itu Harus Dilakukan

2 Comments
  1. Vavai says:
    August 14, 2026 at 11:35 am

    Saya juga pernah terpikir hal yang sama, terutama tentang ibu (enyak) dan bapak (baba) saya. Saat dulu kondisi saya masih memprihatinkan, bapak dan ibu support saya. Saat kondisi mulai agak membaik, ibu saya keburu nggak ada, disusul bapak saya dan adik bungsu saya.

    Reply
    1. adzka says:
      August 18, 2026 at 12:30 am

      Benar Pak Boss, terkadang ada rasa penyesalan karena belum sempat membahagiakan keluarga yang sudah tidak ada. Tapi semoga semua dukungan dan kasih sayang mereka tetap menjadi kekuatan untuk kita. 🙏

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme