Ketika Jalan Sendiri Tidak Selalu Terasa Aman
Kata catcalling mungkin sudah cukup sering kita dengar, terutama ketika membahas pengalaman perempuan saat berada di tempat umum. Secara sederhana, catcalling adalah tindakan memberikan komentar, panggilan, siulan, atau ucapan bernuansa seksual kepada seseorang yang biasanya tidak dikenal, terutama ketika orang tersebut sedang berjalan atau berada di ruang publik.
Istilah catcalling sendiri berasal dari kata catcall, yaitu suara atau teriakan untuk menarik perhatian seseorang. Kata ini sudah digunakan dalam bahasa Inggris sejak lama untuk menggambarkan suara ejekan atau panggilan dari penonton kepada seseorang. Seiring waktu, istilah ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan panggilan atau komentar yang tidak diinginkan kepada seseorang di ruang publik, terutama yang ditujukan kepada perempuan.
Kalau dipikir-pikir, mungkin bagi orang yang melakukannya hal tersebut dianggap hanya bercanda atau sekadar basa-basi. Tapi bagi orang yang mengalaminya, rasanya bisa sangat berbeda.
Aku sendiri beberapa kali pernah mengalami hal seperti ini. Salah satu yang paling membuatku takut adalah ketika aku pulang malam dan di perjalanan ada segerombolan laki-laki muda yang memanggil-manggil. Saat itu aku merasa sedikit takut dan akhirnya memilih untuk mempercepat laju motorku. Mungkin bagi mereka itu hanya sebuah panggilan biasa, tetapi ketika kita sedang sendirian di jalan dan tidak tahu siapa orang-orang tersebut, rasanya memang berbeda.
Yang paling baru terjadi hari Senin kemarin.
Saat itu aku sedang berjalan sendirian menuju Shell dekat kantor karena ingin membeli makanan. Di pinggir jalan ada dua orang laki-laki yang kemudian mengatakan, “Mau nyebrang, neng?”
Kalau hanya sekali, mungkin aku akan menganggapnya sebagai niat baik. Bisa saja mereka memang benar-benar ingin menawarkan bantuan. Tapi masalahnya, kalimat tersebut diucapkan lebih dari tiga kali dan terus dilakukan sepanjang aku berjalan sendirian.
Saat itu sebenarnya ada rasa kesal juga.
Kenapa harus mengganggu orang asing yang sedang berjalan sendiri?
Aku juga sempat berpikir, kalau kita berbicara dengan seseorang lalu orang tersebut tidak memberikan respons atau tidak menanggapi, bukankah seharusnya itu menjadi tanda bahwa orang tersebut tidak nyaman? Apalagi ketika orang yang diajak berbicara adalah perempuan yang sedang berjalan sendirian.
Mungkin bagi orang yang melakukan, hal tersebut terlihat sepele. Hanya bercanda, hanya ingin menyapa, atau mungkin menurut mereka tidak ada maksud buruk sama sekali. Tapi kita tidak pernah tahu bagaimana perasaan orang yang menerimanya.
Buat perempuan, rasa aman ketika berjalan sendirian itu penting. Kadang hal-hal kecil seperti dipanggil orang asing, disiul, diberikan komentar tentang penampilan, atau terus diajak berbicara ketika kita sudah jelas tidak merespons, bisa membuat kita menjadi lebih waspada.
Bahkan terkadang, rasa takut itu membuat kita berpikir dua kali untuk pergi sendirian.
Aku rasa tidak ada salahnya untuk sekadar menyapa orang lain. Tapi kita juga perlu belajar membaca situasi dan menghargai batasan orang lain. Kalau seseorang tidak merespons, mungkin memang dia tidak ingin berinteraksi. Tidak perlu dipanggil berkali-kali atau dibuat merasa tidak nyaman.
Karena kita tidak pernah tahu apa yang sedang dirasakan seseorang saat itu.
Mungkin dia sedang terburu-buru. Mungkin sedang takut. Mungkin sedang punya pengalaman buruk sebelumnya. Atau mungkin memang hanya ingin berjalan dengan tenang tanpa diganggu siapa pun.
Dan menurutku, menghargai ruang pribadi orang lain sebenarnya adalah hal yang sederhana.
Aku juga tidak ingin mengatakan bahwa semua laki-laki memiliki niat buruk. Tidak. Aku percaya banyak laki-laki yang bisa menghargai perempuan dan tahu bagaimana bersikap ketika berada di ruang publik. Tapi justru karena itu, menurutku hal seperti ini perlu semakin disadari bersama.
Kalau kita ingin membuat ruang publik terasa lebih aman, mungkin semuanya bisa dimulai dari hal sederhana: belajar menghargai orang lain, memahami batasan, dan tidak menganggap ketidaknyamanan seseorang sebagai sesuatu yang lucu.
Karena bagi kita mungkin hanya beberapa detik untuk memanggil seseorang.
Tapi bagi orang yang dipanggil, mungkin beberapa detik itu cukup untuk membuatnya merasa takut sepanjang perjalanan pulang.
Aku berharap semakin banyak orang yang memahami hal ini. Bukan untuk membuat kita menjadi takut berinteraksi dengan orang lain, tetapi supaya kita semua bisa menciptakan ruang yang lebih nyaman dan aman untuk siapa pun yang sedang berada di dalamnya.
Karena rasanya menyenangkan kalau kita bisa berjalan di tempat umum tanpa harus terus-menerus merasa waspada. 🤍