Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Di Usia Ini, Aku Baru Mulai Mengerti

By adzka
August 12, 2026 3 Min Read
0

Selama dua hari kemarin aku mengikuti, atau bisa dibilang ikut menjadi panitia, dalam acara MPP yang diadakan oleh Zeze Zahra. Dari dua hari itu, ternyata banyak sekali hal yang aku pelajari. Bukan hanya tentang bagaimana menjalankan sebuah event, tapi juga ada beberapa hal yang membuatku berpikir lebih jauh tentang kehidupan.

Salah satunya terjadi saat Pak Boss sedang menyampaikan materi tentang finansial. Ada satu sesi di mana para peserta diminta untuk mencoba menghitung menggunakan kalkulator yang ada di aplikasi AkFina. Salah satu kalkulator yang digunakan adalah kalkulator pendidikan.

Awalnya aku biasa saja melihat para peserta mulai menghitung. Tapi semakin aku perhatikan, ternyata hampir semua peserta di sana adalah orang tua. Ada yang anaknya masih sekolah, ada juga yang mungkin sedang menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

Di situ aku tiba-tiba tertegun.

Acara yang mereka ikuti sebenarnya adalah acara tentang persiapan pensiun. Kalau dari sudut pandangku yang masih muda dan belum berkeluarga, ketika mendengar kata “pensiun”, yang langsung terpikir adalah diri sendiri. Nanti kalau sudah tidak bekerja, aku harus punya apa? Aku harus menyiapkan berapa? Aku ingin hidup seperti apa? Aku harus mempersiapkan masa tua seperti apa?

Ternyata aku lupa satu hal.

Ketika seseorang memasuki masa pensiun, belum tentu tanggung jawabnya berhenti begitu saja. Bisa jadi di saat itu mereka masih memiliki anak yang harus dipikirkan pendidikannya. Masih ada keluarga yang harus disiapkan kebutuhannya. Masih ada banyak hal yang harus dipastikan walaupun mereka sendiri sudah tidak lagi seproduktif ketika masih bekerja.

Mungkin karena aku belum menikah dan belum memiliki anak, pikiranku masih sangat sederhana. Aku masih memikirkan pendidikanku sendiri. Bahkan sekarang saja, setelah mulai bekerja, aku masih punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan. Jadi ketika melihat para peserta dengan serius menghitung biaya pendidikan anak-anak mereka, aku jadi berpikir, “Wah… ternyata menjadi orang tua itu berat juga ya.”

Aku yang baru mulai bekerja sekitar satu tahun saja masih memikirkan bagaimana caranya bisa membiayai pendidikan untuk diriku sendiri. Bagaimana nanti kalau sudah menjadi orang tua? Biaya pendidikan juga pasti akan terus berubah dan meningkat. Haduh, baru kepikiran sekarang saja sudah bikin mikir panjang, hehehe.

Tapi dari situ aku jadi semakin sadar bahwa ternyata di balik orang tua yang terlihat biasa saja setiap harinya, ada banyak sekali hal yang mereka pikirkan. Ada banyak perhitungan yang mungkin tidak pernah kita lihat. Ada banyak kekhawatiran yang mungkin tidak pernah mereka ceritakan kepada anak-anaknya.

Mungkin selama ini kita hanya melihat orang tua bekerja, pulang ke rumah, lalu menjalani hari seperti biasanya. Padahal bisa jadi di dalam kepala mereka sedang ada banyak sekali hal yang dipikirkan. Tentang biaya sekolah, kebutuhan rumah, masa depan anak, kesehatan, sampai masa tua mereka sendiri.

Dan ketika melihat para peserta begitu excited menghitung biaya pendidikan anaknya, aku jadi semakin menghargai perjuangan orang tua.

Ternyata menjadi orang tua bukan hanya tentang membesarkan anak sampai dewasa. Ada banyak sekali doa, usaha, perhitungan, pengorbanan, dan tanggung jawab yang ikut berjalan di belakangnya.

Untuk para orang tua yang sampai hari ini masih terus berjuang demi pendidikan anak-anaknya, terima kasih. Terima kasih karena sudah bekerja keras, terus berusaha, dan tidak mudah menyerah demi masa depan anak-anaknya.

Semoga selalu ada jalan untuk setiap niat baik yang kita doakan. Semoga segala usaha orang tua untuk anak-anaknya diberikan kemudahan dan rezeki yang cukup.

Dan untuk orang tuaku, semoga nanti kita semua bisa melihat hasil dari setiap perjuangan yang sudah dilakukan. Semoga aku dan anak-anak lainnya bisa menjadi orang yang sukses, bukan hanya dalam pekerjaan, tapi juga dalam kehidupan.

Karena pada akhirnya, mungkin salah satu kebahagiaan terbesar orang tua adalah bisa melihat anaknya baik-baik saja dan berhasil menjalani hidupnya.

Semoga kita semua bisa sampai di titik itu. 🤍

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Dua Hari yang Penuh Cerita dan Pengalaman Baru

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme