Akhir-akhir ini aku mulai terbiasa sama satu hal baru di rutinitas kerja, yaitu adanya satu hari Work From Anywhere (WFA) di tengah minggu. Awalnya terasa biasa saja, cuma pindah tempat kerja dari kantor ke tempat lain. Tapi makin dijalani, ternyata rasanya beda.
Di antara hari-hari kerja yang berjalan seperti biasa, hari WFA ini jadi semacam jeda kecil. Bukan jeda yang benar-benar berhenti, tapi lebih ke suasana yang berubah. Masih tetap kerja, masih ada tanggung jawab yang harus diselesaikan, tapi rasanya lebih santai dan nggak terlalu kaku.
Yang aku rasakan, hari WFA ini bikin alur seminggu jadi nggak monoton. Ada satu titik di tengah minggu yang bikin semuanya terasa lebih seimbang. Jadi setelah beberapa hari kerja di kantor, ada satu hari dengan suasana berbeda yang bikin pikiran lebih fresh tanpa harus “libur” beneran.
Menariknya, walaupun tidak di kantor, semua tetap berjalan seperti biasa. Komunikasi tetap lancar, koordinasi tetap jalan, dan pekerjaan tetap bisa diselesaikan dengan baik. Nggak ada yang terasa tertinggal, justru semuanya tetap on track seperti hari-hari lainnya.
Kadang memang yang dibutuhkan bukan perubahan besar, tapi hal kecil yang bisa bikin suasana jadi beda. Dan WFA ini jadi salah satu hal kecil itu. Dari yang awalnya terasa biasa, ternyata bisa kasih efek yang cukup terasa dalam menjalani satu minggu penuh.
Menurutku, kebijakan seperti ini juga menunjukkan kalau perusahaan cukup peduli dengan kenyamanan kerja karyawannya. Memberikan fleksibilitas, tapi tetap dengan kepercayaan. Dan dari situ, semuanya jadi terasa lebih ringan untuk dijalani.
Sekarang, satu hari WFA ini selalu jadi sesuatu yang ditunggu di tengah minggu. Bukan karena ingin santai, tapi karena tahu akan ada suasana yang sedikit berbeda. Dan dari situ, minggu kerja jadi terasa lebih enak dijalani, tanpa terasa berat, tanpa terasa monoton.
Kadang, hal sederhana seperti ini yang justru bikin semuanya terasa lebih balance.
Leave a Reply