Hari yang Mengalir dengan Hangat

Pagi hari ini aku memulai aktivitas dengan badan yang terasa cukup segar karena tidurku semalam cukup. Seperti biasa, rutinitas pagiku dimulai dengan bersiap untuk berangkat magang. Saat sedang bersiap, aku sempat merasa sedikit bingung karena mamahku belum bangun. Awalnya aku mengira beliau masih tidur, tetapi menjelang berangkat ayahku memberi tahu bahwa sejak semalam mamahku sakit perut. Mendengar itu, tentu ada rasa khawatir, tetapi aku tetap melanjutkan persiapan sambil berharap mamahku segera membaik.

Setelah semuanya rapi, aku berangkat menuju kantor. Di perjalanan, aku menyempatkan diri mampir untuk membeli sarapan sekaligus makan siang agar nanti tidak perlu keluar lagi dan waktu kerja tetap efisien. Aku juga mampir mengisi bensin hal yang jujur saja paling malas aku lakukan, tapi tetap harus dilakukan, mau tidak mau, hehe.

Perjalanan menuju kantor memakan waktu sekitar 20 menit. Sesampainya di kantor, aku menyiapkan laptop dan mulai sarapan. Sambil makan, aku menyelesaikan misi Duolingo sedikit demi sedikit. Meski belum selesai sepenuhnya, aku langsung melanjutkan pekerjaan karena sudah masuk jam kerja.

Hari ini Mbak Nanda sedang cuti, sehingga aku yang bertugas menyiapkan dokumen invoice. Dimulai dari mencetak invoice sesuai informasi dari Mbak Ami, meminta tanda tangan, kemudian memindai dokumen tersebut dan melakukan packing untuk dikirimkan. Setelah itu, aku melanjutkan pekerjaan menginput petty cash. Proses ini cukup memakan waktu karena setiap bukti transaksi harus dipindai satu per satu dan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori agar rapi dan sesuai pencatatan.

Di sela-sela mengerjakan petty cash, Bu Indah meminta bantuanku untuk memindai beberapa dokumen. Tak terasa, waktu sudah mendekati jam makan siang. Karena aku membawa bekal dari rumah, aku memutuskan makan di kantor saja. Saat hendak makan, Mas Ridwan memberi tahu ada yang berjualan cilok. Aku sempat ragu ingin membeli atau tidak, tetapi karena Mbak Ami ikut membeli, akhirnya aku ikut juga lumayan untuk teman makan, hehe.

Aku menikmati makan siang sambil menonton drama Korea yang sedang aku ikuti. Setelah selesai makan dan membereskan kotak bekal, aku melanjutkan kembali misi Duolingo hingga selesai dan membaca artikel Catatan Harian Dahlan di Web Disway. Setelah itu, aku kembali membantu scan dokumen yang diminta Bu Indah. Saat jam kerja belum sepenuhnya dimulai lagi, suasana kantor justru terasa santai. Secara spontan, aku bertanya kepada Asri tentang zodiaknya, lalu obrolan itu berkembang ke Mbak Nanda, Dila, Mas Jay, Mbak Zahro, dan yang lainnya.

Dari zodiak, obrolan beralih ke usia, lalu ke kartun masa kecil. Karena kami berasal dari lintas generasi, ada beberapa kartun yang tidak semua orang tahu. Aku sendiri waktu kecil hanya menonton kartun yang cukup “basic” seperti Dora, Teletubbies, atau Mickey Mouse. Obrolan random itu membuat kami tertawa bersama dan suasana istirahat terasa hangat dan menyenangkan.

Sebelum jam istirahat, aku juga sempat melakukan beberapa pekerjaan lain, seperti merekonsiliasi bank dan melakukan reminder pembayaran invoice yang sudah overdue melalui Zoho, serta membalas beberapa email dari klien yang mengonfirmasi bahwa pembayaran telah dilakukan. Saat rekonsiliasi bank, ada satu kasus yang sempat membuatku bingung karena terdapat selisih antara nominal pembayaran dan total invoice. Setelah aku tanyakan kepada Mbak Ami, ternyata klien tersebut hanya membayarkan PPh 23 untuk satu langganan saja. Ini menjadi pengalaman dan kasus baru bagiku.

Setelah jam makan siang berlalu, aku melanjutkan kembali pekerjaan menginput petty cash, menyesuaikan pengeluaran dengan data bank, serta memindai beberapa dokumen dan invoice lainnya. Hari ini terasa cukup menyenangkan. Suasana kantor hangat, terlebih karena kemarin para perempuan di kantor sempat nongkrong bersama. Kami makan bakmi atau misoa di dekat kantor dan mengobrol sampai tidak terasa waktu berjalan. Kami pulang sekitar jam delapan malam, dan obrolannya jauh lebih seru dari yang aku bayangkan.

Aku bersyukur bisa berada di lingkungan kerja dengan orang-orang yang baik dan suportif. Kemarin kami juga makan bersama Syifa dan Zahwa, yang awalnya mengajak, ditambah anggota baru seperti Asri. Hal-hal sederhana seperti ini membuatku merasa lebih nyaman dan merasa memiliki tempat.

Segitu dulu ceritaku hari ini. Semoga keberkahan dan kebahagiaan selalu menyertai langkah-langkah kecil dalam hidupku. Sampai jumpa di cerita berikutnya 🤍


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *