Di Balik Rutinitas

Pagi ini bisa dibilang tidak cukup cerah, baik dari segi cuaca maupun kondisiku. Seperti hampir setiap hari, aku kembali memulai aktivitas rutin pergi magang. Sebenarnya, kalau dipikir-pikir, kegiatanku sehari-hari memang cenderung sama. Namun, selalu ada kejadian kecil yang tanpa sadar memberiku pelajaran baru.

Aku bangun pagi dengan kondisi yang kurang fit karena semalam cukup sulit tidur. Alhasil, pagi ini rasanya tidak terlalu segar. Di rumah, kami memang jarang sarapan bersama karena semua anggota keluarga memiliki aktivitas dan kesibukan masing-masing. Biasanya, kami sarapan sendiri-sendiri di luar rumah sambil menjalani rutinitas harian.

Pagi itu, kejadian kecil sudah dimulai sejak aku hendak mandi. Air hangat di rumah ternyata sudah habis. Tangki air panas di rumah kami memang tidak terlalu besar, sehingga hanya cukup untuk sekitar dua kali mandi. Adikku yang mandi cukup lama membuat air hangat habis terlebih dahulu. Ditambah cuaca pagi yang dingin, mandi pagi ini benar-benar terasa menantang. Setelah mandi, aku bersiap seperti biasa makeup secukupnya, menyiapkan air minum dan es batu, serta membawa kotak bekal untuk membeli makan. Setelah semua siap, aku langsung berangkat menuju tempat magang. Aku bersyukur karena lokasi magang tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga perjalanan tidak terlalu melelahkan.

Sebelum melanjutkan cerita hari ini, aku ingin sedikit berbagi kejadian cukup memalukan yang terjadi kemarin sepulang magang. Saat itu, kondisi jalanan sedang macet karena jam pulang kerja. Semuanya terasa normal sampai tiba-tiba flat shoes yang aku pakai terlepas di tengah jalan. Aku berusaha mengambilnya, tetapi kondisi tidak memungkinkan karena banyak kendaraan di belakang. Akhirnya, aku meminggirkan motor untuk mengambilnya. Untungnya, ada seorang bapak baik hati yang dengan sigap mengambilkan sepatuku. Dengan perasaan malu, aku menghampirinya dan mengucapkan terima kasih. Aku benar-benar bersyukur sering dipertemukan dengan orang-orang baik di jalan. Semoga bapak tersebut selalu diberi kesehatan dan rezeki yang berlimpah. Saat kuceritakan kejadian itu kepada orang tuaku di rumah, mereka pun heran bagaimana hal konyol seperti itu bisa terjadi padaku. Namun, kalau dipikir sekarang, kejadian itu cukup lucu untuk dikenang.

Kembali ke hari ini, sebelum sampai kantor aku membeli makanan untuk sarapan sekaligus makan siang. Jalanan cukup becek karena hujan masih sering turun. Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit, aku sampai di kantor. Karena kurang nafsu makan, aku langsung memulai pekerjaan.

Kegiatan pertama yang aku lakukan adalah menyelesaikan misi Duolingo. Setelah itu, aku melakukan rekonsiliasi bank untuk diinput ke sistem Zoho agar status invoice berubah menjadi paid. Caranya, aku mengecek mutasi rekening yang diberikan mentor, lalu mencocokkan pembayaran dengan invoice yang ada. Setelah memastikan data sesuai, aku menginputnya satu per satu ke Zoho dan menginformasikan hasil rekonsiliasi tersebut ke grup divisi.

Selanjutnya, aku mengerjakan petty cash yang ternyata cukup menumpuk. Aku memulai dengan memindai satu per satu bukti kwitansi, meminta pihak terkait melengkapi kwitansi yang belum lengkap, lalu mengelompokkan pengeluaran berdasarkan kategori dan tanggal sebelum diinput ke Zoho. Ternyata, ada satu data petty cash yang sebelumnya belum terinput karena terselip di dalam tas dokumen. Setelah ditemukan, data tersebut langsung aku input. Setelah itu, aku mengarsipkan petty cash berdasarkan nama serta mencicil pengumpulan tanda tangan untuk arsip.

Karena pengerjaan petty cash cukup memakan waktu, aku berusaha bekerja lebih cepat agar pekerjaan lainnya tetap bisa terselesaikan. Setelah itu, aku memindai invoice dan melakukan packing untuk dikirimkan ke klien. Saat jam makan siang, aku tidak banyak beraktivitas karena sudah membawa bekal, sehingga bisa langsung makan sambil menonton drama Korea yang baru saja aku mulai.

Usai jam istirahat, aku melanjutkan pekerjaan dengan menginput detail invoice ke dalam Excel sebagai arsip. Menjelang akhir jam kerja, aku menyusun laporan untuk dikirimkan ke web Maganghub dan membaca artikel Catatan Harian Dahlan di web Disway.

Kurang lebih seperti itulah cerita hariku hari ini. Meski terlihat sederhana, selalu ada hal kecil yang bisa dipelajari dari setiap proses yang dijalani.

Sampai jumpa di cerita berikutnya 🌱


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *