Kok Habisnya Barengan, Sih?
Pernah enggak sih, merasa kalau barang-barang di rumah itu seperti sudah janjian untuk habis di waktu yang bersamaan? Padahal sebelumnya merasa semuanya masih aman dan belum perlu beli apa-apa. Tapi begitu dicek satu per satu, ternyata ada saja yang sudah habis atau tinggal sedikit.
Mulai dari sabun mandi yang sudah susah keluar isinya, sampo yang ternyata tinggal untuk satu atau dua kali keramas, skincare yang sudah mulai susah dikeluarkan dari kemasannya, sampai pasta gigi yang harus dipencet berkali-kali supaya isinya keluar. Belum lagi barang-barang lain yang awalnya enggak terpikirkan, tetapi ternyata sudah waktunya diganti juga.
Lucunya, barang-barang ini seperti punya kesepakatan sendiri. Enggak ada yang mau habis duluan dengan jarak beberapa hari supaya kita bisa bersiap-siap. Semuanya malah kompak habis bersamaan.
Kadang kita baru sadar ketika benar-benar mau menggunakannya. Sudah siap mandi, eh, ternyata sabunnya habis. Mau keramas, sampo tinggal sedikit banget. Mau pakai skincare, ternyata produknya sudah enggak bisa dikeluarkan lagi. Hal-hal kecil seperti ini memang sederhana, tetapi cukup bikin kita geleng-geleng kepala sendiri.
Akhirnya, mau enggak mau kita harus mulai mencatat barang apa saja yang perlu dibeli lagi supaya enggak ada kejadian serupa dalam waktu dekat. Walaupun sebenarnya, kalau dipikir-pikir, belum tentu juga berhasil. Bisa saja setelah semua barang terisi kembali, beberapa minggu kemudian ada saja yang habis lagi tanpa kita sadari.
Sepertinya memang begitulah kehidupan sehari-hari. Ada saja kejadian kecil yang bisa bikin kita tertawa sendiri. Jadi, untuk barang-barang yang sekarang sedang kompak habis ini, tolong ya, setelah dibeli lagi jangan kompak habis bersamaan untuk kedua kalinya. Kasih jeda sedikit, dong! hehehehe