Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Satu Pagi di Masa Kos

By adzka
September 22, 2026 3 Min Read
0

Saat membaca sosok bulan ini tentang Mas Bagus, yang aku relate adalah saat tinggal sendiri kita harus lebih aware dengan kesehatan. Hehehe.

Memang belakangan ini aku banyak menceritakan tentang pengalaman aku saat kos, karena menurutku itu salah satu perjalanan hidup yang bisa aku share. Banyak hal kecil yang dulu terasa biasa saja, ternyata sekarang kalau diingat lagi justru jadi cerita yang cukup menarik.

Saat tinggal sendiri, sakit adalah salah satu hal yang aku takutkan.

Ada satu momen di bulan Ramadan, ketika aku harus menyiapkan sahur dan berbuka sendiri. Di momen Ramadan saat aku ngekos, ada satu part di mana aku jatuh sakit.

Rasanya kayak sedihhh banget sakit sendirian. WKWKWK. Drama banget.

Aku demam di jam saat sahur, jadi aku menunggu agak terang dulu baru memutuskan untuk ke rumah sakit. Sekitar jam 6 pagi, karena merasa sudah sangat nggak enak badan dan demamnya makin tinggi, akhirnya aku naik Gojek ke rumah sakit dekat kampus sendirian.

Aku mengabari orang rumah dan nanya gimana cara daftar di rumah sakit.

Yapss, dulu aku belum sempat untuk belajar daftar administrasi di rumah sakit sendiri. Mau pakai BPJS ternyata harus pakai surat rujukan dan lain-lain. Jadi ya sudah, aku pakai uang sisa jajan aja dulu untuk periksa ke dokter.

Saat lagi menunggu antrean daftar administrasi, aku memang cuma bengong aja karena menahan rasa panas di badan. Eh, satpam rumah sakitnya sampai menghampiri aku dan bertanya,

“Kenapa, Mbak? Ke rumah sakitnya sendiri?”

Aku cuma menjawab dengan lemas,

“Iya, Pak.”

Terus ya sudah, dengan sisa tenaga yang ada, rasanya buat ngomong sama orang pun nggak ada energinya. WKWKWK.

Setelah itu aku daftar dan ternyata untuk daftar di rumah sakit tersebut harus punya kartu apa ya, aku lupa. Kayak kartu member gitu deh.

Dengan dibantu oleh pegawai rumah sakit, akhirnya aku sampai di tahap menunggu dokter.

Tapi sebelum sampai tahap itu, aku lumayan sering menelepon orang rumah. Nanya ini gimana, itu gimana, bayarnya gimana. WKWKWKWK.

Namanya juga pertama kali sakit sendirian dan harus mengurus semuanya sendiri. Jadi walaupun kelihatannya sederhana, waktu itu rasanya cukup bikin bingung.

Terus ya sudah, aku masuk ke ruang dokter dan diperiksa. Kayaknya gejalanya lumayan umum ya, seperti gejala tipes. Aku kemudian disuruh untuk ambil darah untuk dicek.

Dan yaaa, aku malah menelepon Mama di depan dokter untuk nanya,

“Ini Kakak cek darah aja atau gimana?”

WKWKWK.

Karena jujur bingung. Pasti agak ribet kalau sampai harus dirawat sendirian. Jadi Mama bilang nanti saja kalau memang harus dirawat, biar di Bekasi saja. Amit-amit dirawat, setidaknya kalau di dekat rumah ada orang rumah.

Tapi alhamdulillah, waktu itu nggak sampai harus dirawat.

Kalau dipikir-pikir sekarang, lumayan jadi cerita seru juga buatku.

Selama kuliah, aku sekitar tiga kali sakit di tahun yang berbeda. Dan ternyata setiap sakit itu punya ceritanya sendiri.

Ada yang ceritanya tentang sakitnya, ada yang lebih banyak dramanya, ada juga yang malah jadi pengalaman baru karena harus mengurus semuanya sendiri.

Mungkin memang salah satu bagian dari tinggal sendiri adalah belajar lebih aware sama kesehatan. Karena ketika kita tinggal jauh dari rumah, hal sederhana seperti sakit pun bisa terasa berbeda.

Dan dari semua cerita itu, ternyata aku masih punya banyak cerita masa kos yang belum pernah aku ceritakan.

Nanti ya, kapan-kapan akan kuceritakan.

Hehehehe.

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Dulu ke Kampus, Sekarang ke Kantor

Next

Satu Orang untuk Banyak Cerita

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme