Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Ternyata Kita Bisa Relapse dari Banyak Hal

By adzka
August 21, 2026 2 Min Read
0

Belakangan ini aku sering melihat kata relapse digunakan di media sosial. Awalnya kata ini lebih sering aku temui dalam konteks seseorang yang sudah merasa baik-baik saja setelah putus dari seseorang, sudah merasa move on, tapi tiba-tiba di suatu hari rasa sedihnya muncul lagi.

Misalnya, sudah berbulan-bulan nggak kepikiran, sudah merasa biasa saja, bahkan mungkin sudah nggak peduli lagi. Tapi tiba-tiba dengar satu lagu, melihat tempat tertentu, atau menemukan foto lama, lalu…

“Loh, kok sedih lagi?”

Nah, itu yang sering disebut relapse dalam bahasa gaul sekarang.

Tapi semakin aku perhatikan, ternyata relapse nggak selalu tentang mantan atau hubungan yang sudah selesai. Kita juga bisa mengalami relapse dari banyak hal dalam hidup.

Bisa saja kita sudah merasa baik-baik saja dengan suatu kejadian, tapi tiba-tiba ada sesuatu yang mengingatkan kita kembali. Misalnya pernah gagal dalam sesuatu, pernah merasa kecewa, pernah kehilangan kesempatan, atau pernah berada di fase hidup yang cukup berat.

Kita mungkin sudah lama melewatinya. Sudah nggak pernah membahasnya lagi. Sudah merasa semuanya selesai.

Tapi kemudian ada satu hari di mana perasaan itu muncul lagi.

Bukan berarti kita kembali ke titik awal. Bukan juga berarti semua proses yang sudah kita lewati menjadi sia-sia. Mungkin memang ada beberapa hal yang nggak benar-benar hilang, tetapi hanya menjadi lebih tenang seiring berjalannya waktu.

Kadang relapse juga bisa sesederhana tiba-tiba kangen masa sekolah, kangen teman yang sudah jarang bertemu, atau tiba-tiba ingin kembali ke masa ketika hidup terasa lebih sederhana.

Bisa juga ketika kita sudah merasa percaya diri dengan diri sendiri, tetapi suatu hari melihat sesuatu yang membuat kita kembali membandingkan diri dengan orang lain. Atau ketika kita sudah berdamai dengan suatu keputusan, tapi tiba-tiba teringat dan kembali berpikir, “Kalau waktu itu aku memilih yang berbeda, kira-kira bagaimana ya?”

Hal-hal seperti itu juga mungkin bisa disebut sebagai bentuk relapse. Bukan karena kita belum selesai, tapi karena ternyata manusia memang bisa kembali merasakan sesuatu yang pernah kita rasakan sebelumnya.

Menurutku, relapse nggak selalu harus dilawan. Kadang cukup diterima.

Kalau hari ini tiba-tiba merasa sedih lagi, ya sudah, mungkin memang sedang ada waktunya untuk merasa sedih. Kalau tiba-tiba kangen sesuatu yang sudah lama ditinggalkan, ya nggak apa-apa juga.

Yang penting, jangan langsung menganggap bahwa kita gagal move on atau kembali ke titik nol.

Karena sembuh atau berdamai dengan sesuatu bukan berarti kita nggak akan pernah merasakannya lagi. Bisa jadi kita hanya sedang belajar bahwa perasaan itu boleh datang, tapi nggak harus membuat kita tinggal di sana.

Jadi, kalau suatu hari tiba-tiba relapse dan merasakan sesuatu yang sebenarnya sudah lama kita tinggalkan, mungkin nggak perlu terlalu dipikirkan. Rasakan sebentar, ingat bahwa semuanya sudah berlalu, lalu lanjutkan lagi hari seperti biasa.

Karena mungkin, sesekali melihat ke belakang bukan berarti ingin kembali. Kadang kita hanya sedang mengingat sejauh apa kita sudah berjalan.

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Belajar Berpikir Sebelum Berkomentar

Next

Mengisi Energi Lewat Quality Time Bersama Keluarga

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme