Belajar Berpikir Sebelum Berkomentar
Belakangan ini aku beberapa kali melihat kejadian di media sosial yang membuatku berpikir tentang satu hal sederhana: kita memang perlu lebih berhati-hati dalam memberikan komentar kepada orang lain.
Di media sosial, kita sering kali hanya melihat satu bagian kecil dari cerita seseorang. Kita membaca satu unggahan, melihat satu foto, atau mengetahui satu kejadian, lalu tanpa sadar langsung membuat kesimpulan berdasarkan apa yang kita lihat.
Padahal, kita nggak pernah benar-benar tahu cerita lengkap di baliknya.
Ada satu kejadian yang sempat ramai di media sosial. Awalnya banyak orang memberikan komentar dan menyalahkan seseorang berdasarkan informasi yang mereka lihat saat itu. Namun kemudian diketahui bahwa ternyata ada cerita lain di balik kejadian tersebut yang membuat banyak orang akhirnya melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Dari situ aku jadi berpikir, mungkin memang ada baiknya kita nggak terlalu cepat memberikan penilaian kepada orang lain.
Bukan berarti kita nggak boleh berpendapat. Namanya juga media sosial, setiap orang tentu punya pandangan masing-masing. Tapi mungkin sebelum mengetik sesuatu, kita bisa berhenti sebentar dan berpikir, “Apakah aku benar-benar tahu apa yang sedang terjadi?”
Karena kita nggak pernah tahu kondisi seseorang di balik layar. Bisa saja informasi yang kita lihat belum lengkap, atau ada hal-hal yang memang nggak diketahui oleh orang lain.
Dan yang menurut kita hanya komentar singkat, belum tentu diterima dengan cara yang sama oleh orang yang membacanya.
Menurutku, ini juga berlaku bukan hanya di media sosial, tapi dalam kehidupan sehari-hari. Kita sering bertemu orang dalam kondisi yang berbeda-beda. Ada yang sedang senang, lelah, terburu-buru, atau mungkin sedang menghadapi sesuatu yang tidak kita ketahui.
Jadi, mungkin nggak ada salahnya untuk sedikit memberikan ruang sebelum menilai seseorang.
Aku sendiri juga masih belajar soal ini. Belajar untuk nggak terlalu cepat menyimpulkan sesuatu dan belajar memahami bahwa setiap orang punya cerita yang mungkin nggak terlihat dari luar.
Karena pada akhirnya, kita nggak pernah tahu apa yang sedang dialami seseorang.
Kalau belum tahu cerita lengkapnya, mungkin nggak ada salahnya untuk menahan komentar dan memilih untuk lebih memahami terlebih dahulu.