Hujan Pagi dan Aktivitas Magang

Di pagi hari, saat aku sudah siap untuk berangkat magang, tiba-tiba terdengar suara hujan yang cukup deras. Padahal aku tinggal berangkat saja, tetapi hujan datang tanpa aba-aba. Kedua orang tuaku pun menyarankan agar hari ini aku diantar saja ke kantor. Kebetulan juga aku sedang cukup malas membawa motor sendiri, jadi akhirnya aku diantar oleh orang tuaku.

Perjalanan menuju kantor terasa menyenangkan karena kami bertiga mengobrol sepanjang jalan. Aku dan orang tuaku memang cukup sering berbincang tentang banyak hal. Apa pun yang aku alami, biasanya selalu aku ceritakan kepada mereka, terutama kepada mamaku. Kami sangat dekat, terkadang sudah seperti sahabat. Orang tuaku selalu berpesan bahwa jika ada apa-apa, sebaiknya diceritakan kepada orang tua, bukan ke orang lain, karena belum tentu orang lain benar-benar mengerti kondisi kita. Walaupun begitu, aku juga tetap sesekali berbagi cerita dengan teman-temanku.

Di perjalanan, kami sempat mampir untuk membeli ketoprak untuk sarapanku di dekat kantor mamaku. Jalanan cukup lancar dan tidak macet, padahal sebelumnya aku sempat khawatir akan terlambat jika diantar. Setelah sampai di kantor, aku langsung menikmati sarapanku, yang lagi-lagi adalah ketoprak.

Setelah sarapan, aku menyelesaikan misi Duolingo sebelum mulai bekerja. Kemudian aku mengerjakan rekonsiliasi bank untuk mengetahui klien mana saja yang sudah melakukan pembayaran. Dalam proses rekonsiliasi tersebut, terdapat beberapa kendala sehingga aku berkonsultasi dengan Mbak Ami. Setelah mendapatkan penjelasan dan arahan, akhirnya pekerjaan rekonsiliasiku dapat diselesaikan dengan baik.

Selanjutnya, aku mulai menginput petty cash awal tahun ke dalam aplikasi Zoho dan melengkapi bukti kwitansi yang diperlukan. Ketika jam makan siang tiba, aku tidak perlu bingung menentukan menu karena semalam teman-teman perempuan di kantor sudah memesan soto dari Bu Fitrah. Namun sebelum makan, aku, Dila, dan Asri sempat pergi ke Shell untuk membeli camilan. Aku membeli tahu sebanyak lima buah, meskipun rasanya menurutku agak menurun dibandingkan pertama kali aku mencobanya, mungkin karena tahunya sudah dingin.

Dila dan Asri membeli kopi, sementara aku tidak bisa minum kopi karena asam lambungku tidak cocok. Pengalaman burukku dengan kopi cukup membuat kapok. Dulu, saat menjadi volunteer di salah satu brand, karena mengantuk aku sempat membeli kopi hingga dua kali. Akibatnya, perutku sakit tidak karuan dan tanganku sampai tremor. Beberapa kali kejadian serupa juga sempat terulang, jadi sekarang aku benar-benar menghindari kopi.

Setelah kembali ke kantor, aku menikmati soto Bu Fitrah. Ini adalah pertama kalinya aku mencoba soto segar, dan rasanya benar-benar enak. Sambalnya juga mantap. Saat hendak makan sambil menonton, tiba-tiba earphone-ku tidak bisa tersambung ke Bluetooth. Sampai sekarang pun aku masih belum tahu penyebabnya.

Setelah makan siang, aku melanjutkan pekerjaanku dengan melengkapi tanda tangan untuk arsip petty cash. Aku meminta tanda tangan satu per satu sesuai dengan nama yang tercantum dalam arsip. Setelah seluruh pekerjaan tersebut selesai, aku membaca artikel Catatan Harian Dahlan di web Disway, lalu menulis laporan magang untuk diunggah ke web magang serta menyiapkan laporan harian untuk dikirimkan ke kantor.

Hari ini terasa cukup produktif meskipun diawali dengan hujan. Sekian ceritaku hari ini, sampai jumpa lagi di cerita selanjutnya.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *