Kenapa Waktu Terasa Semakin Cepat Saat Dewasa?
Pernah tidak merasa kalau dulu waktu kecil satu tahun terasa lama sekali? Menunggu ulang tahun berikutnya terasa lama, menunggu libur sekolah terasa lama, bahkan menunggu akhir pekan saja rasanya seperti tidak kunjung datang.
Tapi semakin bertambah usia, banyak orang mulai merasakan hal yang berbeda. Rasanya baru kemarin masuk bulan Januari, tiba-tiba sekarang sudah masuk pertengahan tahun. Baru merasa hari Senin, ternyata sudah Jumat lagi.
Fenomena ini ternyata sering dirasakan banyak orang dan cukup sering dibahas di berbagai platform digital. Banyak orang menganggap waktu benar-benar berjalan lebih cepat saat dewasa. Padahal sebenarnya jumlah waktunya tetap sama: satu hari masih 24 jam, satu minggu masih tujuh hari. Namun cara otak memproses pengalaman bisa membuat waktu terasa berbeda. Pembahasan tentang bagaimana pola hidup digital dan aktivitas yang berulang memengaruhi pengalaman sehari-hari juga semakin sering muncul dalam tren diskusi saat ini.
Salah satu alasannya mungkin karena rutinitas. Saat masih kecil, banyak hal terasa baru. Hari pertama sekolah, belajar hal baru, mencoba permainan baru, atau pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi. Karena banyak pengalaman baru, otak menyimpan lebih banyak momen sehingga waktu terasa lebih panjang.
Berbeda ketika seseorang mulai memasuki rutinitas yang hampir sama setiap hari. Bangun pagi, bekerja, makan, istirahat, lalu mengulang pola yang sama keesokan harinya. Ketika hari-hari terasa mirip, kadang waktu juga terasa berjalan lebih cepat.
Belum lagi sekarang kehidupan juga berjalan bersama teknologi. Informasi datang sangat cepat. Dalam beberapa menit saja seseorang bisa melihat puluhan video, membaca banyak berita, membalas pesan, dan berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain.
Mungkin karena itu terkadang tanpa sadar muncul kalimat:
“Perasaan baru kemarin deh…”
Padahal yang berubah mungkin bukan waktunya, melainkan cara kita menjalani dan mengingatnya.
Mungkin sesekali mencoba sesuatu yang baru, pergi ke tempat yang berbeda, atau memberi ruang untuk menikmati momen kecil bisa membuat hari terasa lebih berkesan.
Karena pada akhirnya, waktu memang terus berjalan. Tapi cara kita mengisinya mungkin yang membuat perbedaannya.
Benar, waktu terasa cepat. Khususnya dari hari Minggu ke Senin.
Tapi kenapa dari hari Minggu ke Senin cepet ya? padahal kalo mengikuti prinsip jarak, seharusnya sama. Dari lokasi A ke lokasi B jaraknya 10 KM. Jika dibalik (dari lokasi B ke lokasi A), jaraknya sama (10KM). Beda dengan hari
Senin ke Minggu ada jarak 5-6 hari. Tapi kalo dibalik (Minggu ke Senin) jaraknya hanya 1 hari. Kenapa ya?
Coba dipikirkan secara logika. Wkwkwkwk
Waduh ini benar-benar teori yang belum bisa terpecahkan om wkwkwkwkwk