Pagi ini aku memulai hari seperti biasa, bersiap untuk berangkat ke kantor. Untungnya semua persiapan sudah aku lakukan sejak hari Minggu. Baju dan kerudung yang akan dipakai sudah disetrika, jadi pagi hari terasa lebih santai karena tidak perlu terburu-buru menyiapkan semuanya dari awal.
Seperti biasanya juga, Mimi sudah menyiapkan bekal untuk aku bawa ke kantor. Hal kecil seperti itu selalu membuatku bersyukur karena meskipun sudah bekerja, masih ada perhatian-perhatian sederhana yang membuat pagi terasa lebih hangat. Setelah semuanya siap, aku pun berpamitan sebelum berangkat. Ayah juga seperti biasa membantu mengeluarkan motor dan membuka gerbang. Rasanya sudah seperti rutinitas yang selalu ada setiap pagi sebelum aku berangkat kerja.
Perjalanan di sekitar rumah berjalan lancar. Jalanan masih cukup lengang dan tidak ada kemacetan yang berarti. Namun, ketika mulai mendekati daerah Jembatan Besi yang memang terkenal sering macet, aku langsung melihat antrean kendaraan yang jauh lebih panjang dari biasanya. Entah kenapa pagi itu firasatku mengatakan kalau macetnya akan cukup parah dan memakan waktu lama.
Biasanya saat melihat kondisi seperti itu aku sering ragu untuk mencari jalan alternatif. Bukan karena tidak ada jalannya, tetapi karena aku selalu khawatir salah arah atau malah tersesat. Ayah sebenarnya pernah memberitahuku jalan pintas yang bisa digunakan jika Jembatan Besi sedang macet. Sayangnya, aku sering lupa jalurnya karena jarang dilewati.
Tapi pagi ini berbeda. Karena tidak ingin terlambat ke kantor, aku memberanikan diri untuk mencoba jalan lain. Aku pun belok kiri dan mulai mengikuti beberapa pengendara motor yang tampaknya juga sedang menghindari kemacetan. Jujur saja, sepanjang perjalanan aku masih sedikit was-was. Namun karena banyak motor yang melewati jalur tersebut, aku memutuskan untuk mengikuti mereka saja.
Untungnya keputusan itu tidak salah. Setelah melewati beberapa jalan kecil dan mengikuti arus kendaraan, akhirnya aku keluar di jalan raya dekat Super Indo Ganda Agung. Rasanya lega sekali ketika menyadari bahwa aku berhasil menemukan jalan keluar tanpa tersesat. Ternyata kadang-kadang kita memang hanya perlu sedikit berani mencoba hal baru, meskipun awalnya terasa ragu.
Sebenarnya pagi itu aku juga punya rencana lain. Aku berniat mampir ke FamilyMart untuk membeli es cokelat dan bakpau FM yang menurutku enak sekali. Entah kenapa kombinasi keduanya selalu cocok untuk memulai hari kerja. Namun karena situasi perjalanan yang sedikit berbeda dari biasanya, rencana itu akhirnya tidak terlaksana.
Sebagai gantinya, aku membeli sandwich dari ibu yang biasa berjualan di dekat jalan yang sering aku lewati. Awalnya memang sedikit kecewa karena tidak jadi membeli menu yang sudah direncanakan sejak pagi. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, tidak jadi mampir ke FamilyMart juga bukan hal yang buruk. Justru aku jadi lebih hemat hari ini.
Kadang memang ada hal-hal kecil yang tidak berjalan sesuai rencana. Namun bukan berarti harinya menjadi buruk. Pagi ini justru memberiku pengalaman baru, mulai dari berani mencoba jalan pintas yang selama ini selalu aku hindari sampai menyadari bahwa tidak semua rencana harus terlaksana untuk membuat hari tetap berjalan dengan baik.
Dan yang paling penting, aku berhasil sampai ke kantor tepat waktu. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku merasa tenang dan siap menjalani hari. Hehehe. 😊
Leave a Reply