Juni dan Tradisi Kecil ke PRJ
Entah kenapa, setiap bulan Juni keluargaku hampir selalu punya agenda yang sama, yaitu pergi ke PRJ. Rasanya sudah seperti rutinitas tahunan yang tanpa sadar selalu terulang. Meskipun tidak pernah direncanakan jauh-jauh hari, pada akhirnya selalu ada saja alasan yang membuat kami berangkat ke sana.
Tahun ini pun tidak berbeda. Awalnya tujuan utama kami ke PRJ adalah mencari perlengkapan untuk adikku yang sebentar lagi akan memasuki jenjang SMP. Ada beberapa kebutuhan sekolah yang ingin dicari langsung di sana karena pilihannya cukup banyak dan sering kali ada promo yang menarik. Jadi selain jalan-jalan, ada juga tujuan yang memang ingin dicapai.
Seperti biasanya, suasana PRJ selalu ramai. Banyak sekali pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Di setiap sudut ada berbagai tenant, mulai dari perlengkapan rumah tangga, pakaian, makanan, hingga kebutuhan sekolah. Karena area yang cukup luas, kami harus berjalan cukup jauh untuk mengunjungi tempat-tempat yang ingin didatangi.
Yang lucu, awalnya aku hanya berniat menemani keluarga mencari kebutuhan adikku. Tidak ada rencana untuk membeli apa pun untuk diriku sendiri. Namun entah bagaimana ceritanya, aku justru pulang membawa helm baru. Hehehe. Benar-benar pembelian yang cukup random karena sebelumnya sama sekali tidak ada dalam daftar belanja. Tapi karena melihat model yang menarik dan kebetulan sedang ada promo, akhirnya aku memutuskan untuk membelinya.
Seharian berkeliling tentu membuat kaki mulai terasa pegal. Apalagi area PRJ memang sangat luas dan hampir semua tempat menarik untuk disinggahi. Kadang kami berhenti sebentar untuk beristirahat, lalu lanjut berjalan lagi ke area berikutnya. Walaupun cukup melelahkan, suasana ramai dan banyaknya hal yang bisa dilihat membuat rasa capek itu tidak terlalu terasa selama berada di sana.
Menurutku, salah satu hal yang membuat PRJ selalu menarik adalah karena setiap tahun selalu ada pengalaman yang berbeda. Kadang datang untuk mencari barang tertentu, kadang datang hanya untuk jalan-jalan, dan kadang pulang membawa barang yang bahkan tidak pernah direncanakan untuk dibeli. Namun justru hal-hal seperti itu yang membuat kunjungan ke PRJ selalu memiliki cerita tersendiri.
Pada akhirnya, kunjungan ke PRJ tahun ini berjalan dengan menyenangkan. Kebutuhan adikku sebagian sudah didapat, aku juga pulang dengan helm baru yang tidak direncanakan, dan kami bisa menghabiskan waktu bersama keluarga di tengah kesibukan masing-masing. Walaupun kaki terasa sedikit sakit karena terlalu banyak berjalan, rasanya tetap sepadan dengan keseruan yang didapatkan sepanjang hari.
Sepertinya tradisi kecil pergi ke PRJ setiap bulan Juni akan terus berlanjut. Dan kalau tahun depan kembali ke sana, aku penasaran barang random apa lagi yang akan aku beli tanpa direncanakan. Hehehe. 😊