Hari ini kembali jadi salah satu hari WFA yang menurutku cukup menyenangkan. Sejak perusahaan mulai menerapkan sistem Work From Anywhere setiap hari Rabu selama bulan Mei, ritme kerja rasanya jadi sedikit berbeda. Bukan berarti pekerjaan jadi lebih sedikit atau lebih santai, tapi suasananya terasa lebih fleksibel dan membuat minggu kerja jadi nggak terlalu terasa panjang.
Pagi tadi aku memulai hari seperti biasa dengan membuka laptop dan mengecek beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Walaupun tidak berada di kantor, alur pekerjaan tetap berjalan dengan lancar. Semua komunikasi masih bisa dilakukan dengan baik, dan pekerjaan juga tetap bisa diselesaikan sesuai jadwal. Mungkin itu juga yang bikin aku mulai sadar kalau sistem kerja seperti ini ternyata cukup efektif selama koordinasinya tetap berjalan.
Hari ini aku cukup banyak mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi dan keuangan perusahaan. Mulai dari rekonsiliasi bank, pengecekan transaksi pembayaran klien, sampai mencocokkan data mutasi rekening dengan invoice yang ada. Pekerjaan seperti ini memang butuh fokus dan ketelitian, jadi suasana WFA yang lebih tenang lumayan membantu untuk lebih konsentrasi.
Selain itu, aku juga mengerjakan beberapa transaksi vendor luar negeri yang mengharuskan pengecekan kurs terlebih dahulu sebelum dicatat ke dalam bill. Awalnya hal seperti ini terdengar cukup rumit buat aku, tapi semakin sering dikerjakan justru jadi semakin paham alurnya. Kadang aku suka merasa lucu sendiri kalau ingat dulu banyak istilah finance yang terdengar asing, sekarang malah jadi bagian dari pekerjaan sehari-hari.
Hari ini aku juga membuat faktur pajak dan mengirimkan softcopy dokumen ke klien melalui email. Walaupun terlihat sederhana, ternyata proses seperti ini juga perlu dicek berkali-kali supaya tidak ada kesalahan data atau dokumen yang tertukar. Selain itu, ada juga pekerjaan lain seperti pencatatan petty cash dan membuat daftar nominatif perjalanan dinas perusahaan.
Karena suasananya lebih tenang, hari ini aku juga merasa lebih bisa mengatur waktu dengan baik. Setelah pekerjaan selesai, aku masih sempat melakukan beberapa hal kecil untuk pengembangan diri seperti menyelesaikan misi di Duolingo, membaca artikel, dan menulis blog seperti biasanya.
Semakin dijalani, aku jadi merasa kalau sistem seperti ini memang punya banyak sisi positif. Selama pekerjaan tetap berjalan dengan baik dan tanggung jawab tetap diselesaikan, WFA justru bisa membuat ritme kerja terasa lebih nyaman dan seimbang.
Leave a Reply