Kalau ditanya bagaimana rasanya jadi anak finance saat magang, jawabannya ternyata jauh lebih dinamis dari yang aku bayangkan. Awalnya aku pikir pekerjaan finance hanya soal angka dan laporan saja, tapi setelah menjalaninya sendiri, setiap hari justru punya cerita dan tantangan yang berbeda.
Biasanya hari magangku dimulai dengan membuka mutasi rekening bank. Dari situ aku mengecek pembayaran yang masuk dari client, lalu mencocokkannya dengan invoice yang sudah dikirim sebelumnya. Setelah datanya sesuai, aku mengubah status pembayaran di sistem menjadi paid. Kelihatannya sederhana, tapi butuh ketelitian karena satu angka saja bisa membuat pencatatan jadi tidak balance.
Selain pembayaran client, aku juga sering menangani transaksi yang berkaitan dengan vendor luar negeri. Di bagian ini aku belajar memperhatikan tanggal transaksi dan kurs yang digunakan, karena perbedaan kecil bisa berpengaruh pada pencatatan keuangan perusahaan.
Kegiatan lain yang cukup rutin adalah menginput dan mengarsipkan petty cash. Dari sini aku belajar bahwa pengeluaran kecil sekalipun tetap harus tercatat dengan rapi. Setiap bukti transaksi perlu dicek, disusun, lalu diinput sesuai kategori agar laporan keuangan tetap jelas dan mudah ditelusuri.
Tidak hanya itu, aku juga ikut menyiapkan invoice untuk client. Mulai dari membuat dokumen, melakukan scanning sebagai arsip digital, sampai packing invoice yang akan dikirim. Ternyata proses administrasi di balik sebuah pembayaran cukup panjang dan membutuhkan koordinasi yang baik.
Di sela pekerjaan utama, aku biasanya menyempatkan diri membaca artikel, menulis blog sebagai refleksi harian, dan menyelesaikan latihan Duolingo. Hal-hal kecil ini membantu menjaga ritme belajar supaya tidak hanya berkembang di pekerjaan, tapi juga secara pribadi.
Menjadi anak finance selama magang membuatku sadar bahwa pekerjaan ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang ketelitian, tanggung jawab, dan konsistensi. Setiap tugas mengajarkan bahwa detail kecil memiliki peran besar dalam menjaga sistem tetap berjalan dengan baik.
Dan yang paling aku rasakan, setiap hari selalu ada hal baru untuk dipelajari. Mungkin itu yang membuat perjalanan magang ini terasa tidak membosankan karena selalu ada pengalaman baru di balik rutinitas yang terlihat sama.
Leave a Reply