Aku termasuk orang yang gampang banget overthinking. Kadang hal kecil yang sebenarnya sepele bisa berubah jadi pikiran panjang di kepalaku. Aku bisa memikirkan sesuatu berulang-ulang, membayangkan kemungkinan yang belum tentu terjadi, bahkan sampai membuat kesimpulan sendiri tanpa benar-benar tahu kenyataannya seperti apa.
Awalnya aku merasa ini hal yang wajar. Aku pikir semua orang juga seperti itu. Tapi lama-lama aku sadar kalau overthinking bikin capek banget. Rasanya seperti pikiranku nggak pernah berhenti bekerja. Bahkan ketika badanku sudah lelah, pikiranku masih terus memutar ulang kejadian hari itu. Aku jadi gampang cemas, gampang kepikiran, dan kadang merasa takut tanpa alasan yang jelas.
Yang paling melelahkan dari overthinking adalah aku sering membuat skenario sendiri. Misalnya ketika seseorang membalas chat lama, aku langsung berpikir macam-macam. Aku mulai merasa mungkin orang itu marah, mungkin aku salah ngomong, atau mungkin aku nggak cukup penting buat mereka. Padahal kenyataannya bisa jadi mereka cuma sibuk atau memang belum sempat balas. Tapi pikiranku selalu lebih cepat menarik kesimpulan dibanding mencari tahu kebenarannya.
Sampai akhirnya aku mulai belajar pelan-pelan untuk mengurangi kebiasaan itu. Aku mencoba menenangkan diri dengan cara membedakan mana yang benar-benar fakta dan mana yang cuma asumsi. Kadang aku harus mengingatkan diri sendiri kalau yang aku pikirkan belum tentu terjadi. Aku belajar untuk tidak langsung percaya sama isi kepalaku sendiri, karena ternyata pikiran bisa menipu dan membuat semuanya terlihat lebih buruk dari kenyataan.
Kalau aku mulai merasa pikiranku terlalu penuh, aku biasanya mencoba mengalihkan diri. Aku melakukan hal-hal kecil yang bisa membuat aku fokus pada sesuatu yang lebih jelas. Kadang aku mendengarkan musik, membaca artikel, menulis blog, atau sekadar belajar sebentar lewat Duolingo. Walaupun sederhana, kegiatan seperti itu cukup membantu karena pikiranku jadi punya arah, bukan cuma berputar-putar memikirkan hal yang sama.
Aku juga mulai belajar untuk menulis apa yang aku rasakan. Menulis membuat aku merasa lebih lega, seperti aku sedang mengeluarkan beban yang selama ini aku simpan sendiri. Kadang setelah aku menulis, aku baru sadar kalau yang aku pikirkan ternyata nggak sebesar itu. Yang membuatnya terasa berat justru karena aku memendamnya terlalu lama.
Pelan-pelan aku mulai menerima bahwa nggak semua hal harus aku pikirkan, dan nggak semua hal harus aku kontrol. Ada hal-hal yang memang terjadi di luar kendali kita, dan semakin aku memaksakan diri untuk mengatur semuanya, semakin aku merasa lelah. Aku mulai belajar untuk membiarkan beberapa hal berlalu tanpa harus mencari jawaban dari semuanya.
Aku juga belajar untuk berhenti menyalahkan diri sendiri. Overthinking sering membuat aku merasa bersalah padahal belum tentu aku salah. Aku terlalu sering memikirkan perasaan orang lain sampai lupa menjaga perasaanku sendiri. Tapi sekarang aku mencoba lebih lembut ke diri sendiri. Aku mengingatkan diri bahwa aku manusia, aku bisa lelah, dan aku nggak harus selalu kuat setiap saat.
Aku memang belum sepenuhnya bebas dari overthinking, tapi setidaknya sekarang aku lebih sadar ketika pikiranku mulai berlebihan. Aku belajar bahwa tenang itu bukan berarti hidup tanpa masalah, tapi kemampuan untuk tetap bertahan walaupun pikiran lagi kacau.
Dan aku percaya, selama aku terus belajar, suatu hari nanti aku bisa hidup dengan hati dan pikiran yang lebih ringan. 🤍✨
Leave a Reply