Sejak menjalani magang, aku mulai menyadari bahwa mengatur waktu adalah salah satu hal penting yang harus aku pelajari. Awalnya aku mengira magang hanya tentang menyelesaikan tugas yang diberikan, tetapi ternyata aku juga harus bisa membagi waktu dengan baik agar semua pekerjaan selesai tepat waktu tanpa terburu-buru.
Setiap hari saat magang, biasanya aku memiliki beberapa tugas utama seperti rekonsiliasi bank, menginput petty cash, mengarsipkan invoice, hingga melakukan scan dokumen. Selain itu, ada juga kegiatan tambahan seperti membaca artikel, atau menyelesaikan misi Duolingo. Karena tugasnya cukup banyak, aku harus mulai belajar menentukan prioritas.
Hal pertama yang aku lakukan untuk mengatur waktu adalah membuat urutan pekerjaan berdasarkan mana yang paling penting dan harus segera diselesaikan. Biasanya aku akan mengerjakan tugas yang berkaitan dengan deadline terlebih dahulu, seperti rekonsiliasi bank atau invoice yang harus segera dikirim. Setelah itu baru aku lanjutkan pekerjaan lain seperti input petty cash atau pengarsipan.
Aku juga belajar untuk tidak menunda pekerjaan kecil. Karena ternyata, pekerjaan kecil seperti scan invoice atau mengarsipkan dokumen bisa memakan waktu cukup lama kalau dikumpulkan sekaligus. Jadi, aku mulai membiasakan diri untuk menyelesaikan pekerjaan kecil sedikit demi sedikit agar tidak menumpuk di akhir hari.
Selain itu, aku juga belajar memanfaatkan waktu kosong dengan lebih produktif. Misalnya, saat menunggu proses loading sistem seperti Zoho atau Coretax, aku bisa langsung merapikan file, mencatat hal penting, atau menyiapkan dokumen yang akan digunakan. Hal kecil seperti ini ternyata sangat membantu agar waktu tidak terbuang percuma.
Namun, tentu saja tidak semua berjalan lancar. Kadang ada kendala seperti web yang error, atau kondisi jalan yang macet sehingga aku datang terlambat. Dari situ aku belajar bahwa mengatur waktu bukan hanya soal jadwal, tetapi juga soal kesiapan menghadapi hal-hal yang tidak terduga.
Dari pengalaman magang ini, aku merasa kemampuan manajemen waktuku mulai berkembang. Aku jadi lebih terbiasa bekerja dengan teratur, lebih fokus pada prioritas, dan lebih disiplin dalam menyelesaikan tugas. Walaupun masih banyak yang perlu aku pelajari, aku bersyukur karena magang mengajarkan aku cara mengatur waktu dengan lebih baik sebagai bekal untuk dunia kerja nanti.
Magang bukan hanya tentang belajar pekerjaan, tetapi juga tentang membentuk kebiasaan yang lebih baik. Dan salah satu kebiasaan terbaik yang aku dapatkan adalah belajar mengatur waktu agar setiap hari bisa lebih produktif dan terarah.
Leave a Reply