Pagi yang Dimulai Lebih Awal
Pagi tadi, saat perjalanan menuju kantor, aku melihat seorang ibu yang sedang mengantar anaknya ke sekolah. Sebenarnya pemandangan seperti ini mungkin sudah biasa kita lihat setiap pagi. Banyak orang tua yang mengantar anaknya sebelum melanjutkan perjalanan untuk bekerja. Tapi entah kenapa, pagi tadi aku jadi kepikiran sesuatu.
Dari yang aku lihat, sepertinya ibu itu juga seorang pekerja. Apalagi anaknya terlihat membawa bekal yang sudah disiapkan dari rumah. Aku jadi bertanya-tanya sendiri, ibu itu bangun jam berapa, ya?
Kalau dipikir-pikir, untuk bisa berangkat kerja tepat waktu saja, kita perlu menyiapkan banyak hal. Bangun tidur, mandi, bersiap-siap, sarapan kalau sempat, lalu berangkat supaya nggak terlambat sampai kantor. Itu pun kadang masih ada saja drama di pagi hari, entah kesiangan atau ternyata jalanan lebih macet dari biasanya. Wkwkwk.
Nah, kalau ditambah harus menyiapkan keperluan anak, menyiapkan bekal, memastikan anaknya siap berangkat sekolah, lalu mengantarnya terlebih dahulu, rasanya pagi seorang ibu pasti punya cerita yang berbeda. Apalagi kalau setelah mengantar anak, dia masih harus melanjutkan perjalanan ke tempat kerjanya sendiri.
Aku jadi membayangkan betapa panjangnya daftar kegiatan yang harus diselesaikan bahkan sebelum jam kerja dimulai. Mungkin saat aku baru mulai bersiap-siap untuk berangkat, ibu itu sudah menyelesaikan banyak hal di rumah.
Dari pemandangan sederhana di jalan tadi, aku jadi berpikir bahwa setiap orang ternyata punya kesibukan dan tanggung jawabnya masing-masing. Kita mungkin sama-sama berangkat pagi, sama-sama menghadapi macet, dan sama-sama mengejar waktu supaya nggak terlambat. Tapi alasan kita berangkat dan hal-hal yang harus kita siapkan sebelum keluar rumah bisa sangat berbeda.
Ada yang cukup memikirkan dirinya sendiri, ada yang harus memastikan anaknya sudah siap sekolah, ada juga yang masih harus menyelesaikan berbagai urusan rumah sebelum memulai pekerjaannya.
Aku sendiri belum tahu bagaimana rasanya menjalani rutinitas seperti itu setiap hari. Tapi melihat ibu tadi, aku jadi sedikit membayangkan betapa banyak hal yang harus diatur supaya semuanya bisa berjalan dengan baik.
Kadang, hal-hal sederhana yang kita lihat selama perjalanan justru bisa membuat kita memikirkan sesuatu yang sebelumnya nggak pernah terpikirkan. Pagi tadi, aku cuma melihat seorang ibu mengantar anaknya ke sekolah. Tapi setelah itu, aku jadi bertanya-tanya tentang berapa pagi yang sudah dia lalui dengan rutinitas yang sama, berapa awal alarmnya berbunyi, dan berapa banyak hal yang sudah dia siapkan sebelum akhirnya berangkat bekerja.
Mungkin begitulah kehidupan sehari-hari. Setiap orang punya perjuangannya masing-masing, bahkan sebelum hari mereka benar-benar dimulai.