Aku Suka Punya Sesuatu untuk Ditunggu
Aku baru sadar kalau ternyata aku suka punya sesuatu untuk ditunggu.
Nggak harus sesuatu yang besar. Kadang sesederhana menunggu weekend, menunggu tanggal gajian, menunggu makanan yang sudah dipesan, atau menunggu rencana yang sudah dibuat dari jauh-jauh hari.
Aneh ya, padahal yang ditunggu belum tentu berlangsung lama.
Tapi proses menunggunya justru bisa bikin kita senang.
Misalnya kalau sudah punya rencana pergi bersama teman. Dari beberapa hari sebelumnya sudah mulai mikirin mau pakai baju apa, bawa apa, nanti mau makan apa, sampai sesekali lihat kalender sambil bilang, “Masih berapa hari lagi, sih?” Hahaha.
Atau ketika ada sesuatu yang sudah dipesan. Rasanya jadi sering buka aplikasi cuma untuk melihat, “Sudah sampai mana ya?”
Padahal barangnya juga nggak akan datang lebih cepat cuma karena kita lihat terus. WKWKWK.
Tapi memang menyenangkan punya sesuatu yang bisa ditunggu.
Mungkin karena hari-hari terasa punya tujuan kecil. Ada sesuatu yang membuat kita berpikir, “Nanti kalau sudah sampai hari itu, aku mau melakukan ini.”
Dan menurutku, nggak selamanya kita harus menunggu sesuatu yang besar.
Kadang hal kecil justru cukup untuk membuat hari terasa lebih menyenangkan.
Bisa jadi besok ada makanan yang mau dicoba. Minggu depan ada rencana ketemu teman. Bulan depan ada perjalanan. Atau mungkin cuma ada satu hari kosong yang sudah kita tunggu-tunggu untuk tidur lebih lama.
Hal-hal sederhana seperti itu ternyata bisa bikin kita punya alasan untuk merasa excited.
Jadi sekarang aku merasa, punya sesuatu untuk ditunggu itu menyenangkan.
Bukan karena kita ingin hari-hari yang sekarang cepat berlalu.
Tapi karena ada hal kecil yang membuat kita merasa,
“Aku punya sesuatu yang ingin aku jalani nanti.”
Dan mungkin, hidup memang nggak harus selalu tentang kejadian besar.
Kadang cukup punya satu hal kecil yang kita tunggu, lalu tiba-tiba hari-hari terasa sedikit lebih menyenangkan.
Ini yang dulu membuat saya berpikir bedanya hidup di dunia dengan hidup secara kekal abadi. di dunia, kita menunggu besok atau lusa atau sekian waktu kedepan. Entah itu memesan sesuatu, merencanakan sesuatu, menabung, membangun dan merealisasikan cita-cita. Saya dulu sampai berpikir, kalau seseorang sudah tiada atau sudah kiamat, apakah ada hari esok, lusa, bulan depan dan seterusnya.
Mungkin kalau berkaca pada manusia purba atau suku terasing, mereka juga nggak punya konsep soal masa depan. Soal kalender dan penanggalan.
Pikiran saya jadi kemana-mana, hehehe…
Tapi benar, menunggu dan merencanakan sesuatu membuat hidup kita jadi lebih berwarna.
Hehe iya Pak Boss, kalau dipikir-pikir ternyata bisa sampai ke mana-mana ya. 😄 Tapi memang benar Pak Boss, adanya sesuatu yang ditunggu atau direncanakan membuat kita punya hal yang dinantikan dan bikin hidup jadi lebih berwarna.