Dari Kureng Menjadi Makanan Favorit
Kalau ditanya makanan favoritku sekarang apa, jawabannya mungkin sushi. Hehehehe.
Lucunya, aku bukan berasal dari keluarga yang dari kecil sering mencoba makanan-makanan dari luar. Waktu kecil, orang tuaku lebih sering mengenalkan makanan yang memang sudah dekat dengan keseharian kami. Makanan favorit mereka adalah makanan Sunda lengkap dengan lalapan.
Sampai sekarang pun aku akhirnya ikut suka lalapan. Rasanya memang ada yang kurang kalau makan ayam atau ikan tapi tidak ditemani sambal dan lalapan.
Mungkin karena dari kecil lebih sering makan makanan seperti itu, aku tidak terlalu familiar dengan makanan seperti sushi. Sampai suatu waktu saat masih SMP, aku diajak jalan ke Summarecon Bekasi oleh kakak kelasku. Saat itu kami memutuskan untuk makan sushi.
Itu adalah pertama kalinya aku mencoba sushi.
Dan reaksiku waktu itu kurang lebih, “Aduh, kureng nih. Kayaknya bukan selera aku.”
Wkwkwkwk.
Aku ingat waktu itu merasa rasanya cukup asing di lidah. Mungkin karena memang belum terbiasa dengan nasi yang dimakan bersama ikan, rumput laut, dan berbagai isian lainnya. Rasanya tidak seperti makanan yang biasa aku makan sehari-hari.
Aku pun tidak pernah berpikir kalau beberapa tahun setelahnya, sushi justru akan menjadi salah satu makanan favoritku.
Entah mulai dari kapan, tapi semakin bertambah dewasa aku semakin suka mencoba berbagai jenis sushi. Dari yang awalnya hanya berani mencoba beberapa menu, sekarang justru bisa bingung sendiri ketika melihat banyak pilihan di menu.
Ternyata selera memang bisa berubah, ya.
Makanan yang dulu sempat membuatku berkata “kayaknya bukan selera aku” sekarang justru menjadi makanan yang selalu ingin aku makan lagi.
Sayangnya, sushi juga termasuk makanan yang belum bisa terlalu sering aku beli, terutama kalau bayarnya pakai uang sendiri. Hehehehe. Rasanya memang enak, tapi harganya terkadang membuatku harus berpikir dua kali.
Jadi setiap kali ingin makan sushi, biasanya harus ada pertimbangan khusus. Apakah sedang ingin self-reward? Apakah sedang ada promo? Atau mungkin memang sedang ingin sekali sampai tidak bisa memikirkan makanan lain?
Tapi menurutku justru itu yang membuat makan sushi terasa lebih spesial. Karena tidak setiap hari bisa dimakan, jadi setiap ada kesempatan untuk menikmatinya selalu terasa menyenangkan.
Kadang aku suka berpikir tentang bagaimana selera seseorang bisa berubah seiring bertambahnya usia. Dulu aku merasa makanan favoritku mungkin akan selalu sama. Ternyata sekarang ada banyak makanan yang dulu bahkan tidak terlalu menarik perhatianku, tapi justru menjadi makanan yang sangat kusukai.
Termasuk sushi.
Dari pertama kali mencoba dan merasa, “Aduh, kureng,” sampai sekarang menjadi salah satu makanan favorit yang selalu berhasil membuatku senang.
Tapi tenang, kecintaanku pada sushi tidak membuatku meninggalkan makanan Sunda dan lalapan. Kalau ditanya pilih sushi atau ayam goreng dengan sambal dan lalapan, sepertinya aku masih akan butuh waktu cukup lama untuk menjawabnya.
Karena, keduanya punya tempat masing-masing di perut dan hati. Hehehehe.