Hal-Hal yang Dulu Kuanggap Biasa
Ada satu hal yang baru kusadari setelah menjalani berbagai fase kehidupan. Ternyata, banyak hal yang dulu kuanggap biasa saja, sekarang justru menjadi sesuatu yang sangat berharga.
Mungkin karena kita terbiasa memilikinya setiap hari, jadi kita tidak pernah benar-benar menyadari nilainya.
Dulu, saat masih tinggal bersama orang tua, aku merasa semuanya berjalan begitu saja. Pulang ke rumah, makan makanan yang sudah tersedia, tidur di kamar sendiri, atau sekadar mendengar suara orang tua berbicara di ruang tamu. Semua terasa seperti rutinitas yang akan selalu ada.
Sampai akhirnya aku menjalani kehidupan sebagai anak kos selama hampir tiga tahun.
Di masa itu, aku belajar melakukan banyak hal sendiri. Mengatur kebutuhan sehari-hari, mencuci pakaian, memikirkan makan hari ini apa, hingga mengatur pengeluaran agar cukup sampai akhir bulan. Semua itu membuatku menjadi lebih mandiri, tetapi di saat yang sama juga membuatku semakin menghargai rumah.
Sekarang, setelah kembali tinggal bersama keluarga, aku jadi lebih menikmati hal-hal sederhana yang dulu sering terlewat.
Melihat mimi dan ayah bersiap bekerja di pagi hari.
Mendengar suara adik yang sedang bersiap berangkat sekolah.
Pulang ke rumah tanpa harus memikirkan apakah ada stok makanan atau tidak.
Bahkan, sekadar duduk di kamar sendiri sambil menikmati suasana rumah sudah terasa begitu menenangkan.
Hal-hal seperti itu mungkin terdengar sederhana. Tidak ada yang istimewa jika dilihat dari luar. Namun bagiku, justru momen-momen kecil itulah yang membuat rumah terasa begitu berarti.
Aku juga belajar bahwa rasa syukur tidak selalu datang dari pencapaian yang besar. Kadang, rasa syukur muncul ketika kita menyadari bahwa masih diberi kesempatan untuk menikmati hal-hal yang dulu sering kita anggap biasa.
Bisa berkumpul dengan keluarga setiap hari.
Bisa menikmati makan malam bersama.
Bisa tidur dengan nyaman di kamar sendiri.
Semua itu adalah nikmat yang mungkin tidak akan benar-benar kita sadari jika belum pernah jauh darinya.
Pengalaman menjadi anak kos mengajarkanku arti mandiri. Namun, pengalaman kembali tinggal di rumah mengajarkanku arti menghargai.
Sekarang aku tidak lagi menganggap semua itu sebagai sesuatu yang pasti akan selalu ada. Justru aku ingin lebih menikmati setiap momennya, selama masih diberi kesempatan.
Karena ternyata, kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal yang besar. Kadang, ia hadir dalam bentuk rumah yang selalu menyambut kita, keluarga yang menunggu kepulangan kita, dan suasana yang dulu pernah kita anggap biasa saja.