Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Pengalaman Pertama Mengurus Akun Coretax di KPP

By adzka
July 16, 2026 3 Min Read
2

Beberapa hari yang lalu aku akhirnya berkesempatan datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mengurus akun Coretax. Tujuannya cukup sederhana, yaitu mengubah email dan nomor telepon yang terdaftar pada akun Coretax. Soalnya, NPWP-ku memang sudah dibuat sejak lama, tetapi aku tidak pernah login, baik saat masih menggunakan DJP Online maupun setelah beralih ke Coretax. Alhasil, aku sudah lupa email dan nomor telepon yang digunakan saat pertama kali mendaftar.

Sesampainya di KPP, aku langsung menuju bagian layanan informasi. Di sana aku menjelaskan keperluanku, lalu petugas memberikan sebuah formulir dan mengarahkan agar aku hanya mengisi bagian yang sudah diberi tanda. Formulir tersebut berisi data identitas seperti nama, tempat dan tanggal lahir, NIK, serta beberapa informasi lainnya. Yang paling penting tentu bagian email dan nomor telepon baru yang nantinya akan digunakan untuk login ke akun Coretax.

Setelah formulir selesai diisi dan ditandatangani, aku diarahkan menuju Loket 5. Saat itu nomor antrean yang sedang dipanggil adalah 330, sedangkan nomor antreanku 332. Dalam pikiranku, berarti tinggal menunggu satu orang lagi.

Namun setelah beberapa menit, nomor yang dipanggil justru 333. Aku sempat bingung karena menurutku antreannya seperti melompat. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya kepada petugas di loket apakah memang antrean berikutnya bukan 331 atau 332.

Ternyata petugas mengiyakan dan mempersilahkanku maju.

Di belakangku memang sempat ada beberapa orang yang memiliki nomor antrean 333 yang terlihat sedikit keberatan. Tapi karena aku yakin melihat nomor yang sebelumnya ditampilkan di layar, kali ini aku memilih untuk tetap maju. Hehehe.

Dari kejadian kecil itu aku jadi berpikir, ada kalanya kita memang perlu menyampaikan hak kita dengan sopan. Bukan berarti mendahului orang lain, tetapi memastikan bahwa proses berjalan sesuai dengan urutannya. Selama dilakukan dengan baik dan berdasarkan informasi yang kita ketahui, menurutku tidak ada salahnya untuk bertanya.

Setelah berada di depan loket, aku menjelaskan kendala yang sedang dialami. Prosesnya ternyata cukup cepat. Petugas membantu memperbarui data yang diperlukan, kemudian memberikan selembar kertas yang berisi nomor NPWP beserta panduan singkat untuk login ke Coretax.

Nah, bagian setelahnya justru yang membuatku sedikit bingung.

Petugas menginformasikan agar aku melanjutkan ke bagian helpdesk. Namun, aku kurang memahami tujuan harus ke sana. Karena penasaran, aku kembali bertanya ke bagian layanan informasi mengenai apa yang harus kulakukan setelah ini.

Aku dijelaskan bahwa setelah berhasil login ke Coretax nanti, aku bisa membuat atau melaporkan SPT Tahunan. Di bagian ini aku agak kebingungan, karena menurutku pelaporan SPT Tahunan bisa dilakukan nanti ketika memang waktunya tiba. Aku sempat berpikir mungkin ada proses lain yang memang harus dilakukan di helpdesk sehingga aku diminta untuk mengantre lagi.

Akhirnya aku menunggu sekitar setengah jam di depan helpdesk. Saat itu memang sedang ada seseorang yang dilayani. Namun setelah selesai, petugas helpdesk justru meninggalkan tempat. Mungkin memang sudah memasuki jam istirahat makan siang. Yang membuatku bingung, tidak ada informasi apakah aku diminta tetap menunggu atau kembali lagi nanti. Padahal di loket lain terlihat pergantian petugas saat jam istirahat sehingga pelayanan tetap berjalan.

Karena merasa informasinya kurang jelas, aku kembali lagi ke bagian layanan informasi. Aku bertanya, “Sebenarnya saya menunggu apa, ya?”

Jawabannya ternyata cukup sederhana. Aku hanya diminta memastikan apakah akun Coretax sudah bisa login, lalu diarahkan mengenai SPT Tahunan. Ketika kutanyakan apakah proses tersebut sebenarnya bisa kulakukan sendiri di lain waktu, petugas menjawab, “Bisa, Kak.”

Di situ aku hanya bisa tersenyum dalam hati. Kalau memang bisa dilakukan sendiri, mungkin informasi tersebut bisa disampaikan sejak awal sehingga aku tidak perlu menunggu cukup lama tanpa mengetahui apa yang sebenarnya sedang kutunggu.

Akhirnya aku memutuskan kembali ke kantor sekitar pukul setengah satu siang dengan perasaan yang sedikit kesal. Hehehe.

Walaupun begitu, secara keseluruhan proses perubahan email dan nomor telepon di KPP menurutku cukup mudah. Petugas juga membantu dengan baik saat proses di loket. Hanya saja, menurutku alur informasi setelah proses selesai masih bisa dibuat lebih jelas agar wajib pajak tidak kebingungan atau menunggu tanpa tujuan yang pasti.

Semoga ke depannya pelayanan seperti ini bisa semakin baik, terutama dalam penyampaian informasi kepada masyarakat. Kadang yang dibutuhkan bukan proses yang lebih cepat, tetapi penjelasan yang lebih jelas. Dengan begitu, orang yang datang pun bisa memahami langkah berikutnya tanpa harus bertanya berkali-kali.

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Di Balik Sebuah Invoice

Next

Tumbuh di Tempat yang Tepat

2 Comments
  1. Ahmad Imanudin says:
    July 17, 2026 at 8:03 am

    Nice info. Thanks untuk sharingnya

    Reply
    1. adzka says:
      July 17, 2026 at 8:11 am

      Sama-sama omm

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme