Cerita Tentang WFA dan WFC yang Belum Pernah Dicoba
Tidak terasa sudah hampir 3 bulan menjalani WFA. Rasanya seperti baru kemarin mulai menyesuaikan diri dengan ritme baru, tapi ternyata waktu berjalan cepat sekali. Sedikit demi sedikit mulai terbiasa dengan aktivitas sehari-hari. Bangun pagi, bersiap, membuka laptop, lalu memulai pekerjaan seperti biasanya.
Awalnya mungkin ada rasa khawatir juga, apakah akan sulit menyesuaikan diri atau tidak. Tapi ternyata semuanya berjalan dengan baik. Ada banyak hal baru yang dipelajari, banyak pengalaman baru yang didapat, dan perlahan mulai merasa nyaman dengan alurnya.
Tapi ada satu hal yang baru aku sadari belakangan ini. Selama hampir 3 bulan WFA, ternyata aku belum pernah sama sekali mencoba WFC, hehehe.
Sebenarnya bukan karena tidak mau. Aku juga penasaran bagaimana rasanya kerja sambil bertemu langsung dengan teman-teman. Biasanya kalau mau WFC suka gabung bareng yang lain, sedangkan rumahku lumayan jauh. Jadi sampai sekarang aku belum pernah ikut.
Kadang suka membayangkan pasti seru juga ya. Mungkin suasananya berbeda dibanding kerja dari rumah. Bisa bertemu langsung, ngobrol sebentar di sela pekerjaan, bercanda, atau sekadar merasakan suasana kerja yang berbeda. Meskipun kerja tetap kerja, rasanya pasti ada pengalaman yang berbeda kalau dilakukan bersama-sama.
Jujur ada rasa ingin mencoba juga. Apalagi melihat orang-orang yang sesekali WFC, rasanya seperti ada suasana baru yang bisa bikin lebih semangat. Mungkin juga bisa jadi pengalaman yang menyenangkan karena selama ini interaksi lebih banyak melalui chat atau meeting online.
Tapi untuk sekarang aku belum menemukan momennya saja. Mau sih kapan-kapan coba WFC juga, tapi ya… kapan-kapan aja dulu, hehehe.
Aku juga merasa bersyukur karena meskipun bekerja dari rumah, aku tetap bisa belajar banyak hal. Ternyata tempat bekerja bukan yang paling penting. Yang lebih penting adalah bagaimana kita tetap bertumbuh, tetap belajar, dan tetap semangat menjalani setiap prosesnya.
Siapa tahu nanti suatu hari tiba-tiba ada momen yang pas, lalu akhirnya bisa bilang, “Hari ini pertama kalinya aku WFC.” Dan mungkin saat itu juga akan jadi cerita baru lagi.
Untuk sekarang, dinikmati dulu saja prosesnya satu per satu. Karena setiap pengalaman, sekecil apa pun itu, tetap punya cerita yang layak diingat.
-
-
-
-
-
-
-
-
Show CommentsWFC layak dicoba. Cukup worth it. Apalagi koneksi wifi di Cafe nya kenceng. Beeeuuh. Atmosphere nya cukup beda.
Kalo saya WFA di rumah, kadang sering ada yang manggil. Bantal guling dan kasur khususnya. Wkwkwkwk
hehehe boleh om recommend wfc yang enak di Bekasi.
tambahan om selain guling dan kasur, selimut juga wkwkwkwkwk
Kayanya Zahra pernah WFC di daerah Grand Wisata sama Nanda sama Asri. Tempatnya kelihatan bagus. Coba di situ saja. Tengah-tengah.
Kalo saya di Kemang atau Galaxy. Jadi kejauhan. Ahahaha
Iya om di sana enak, cuma emang rumah saya aja yang kejauhan hehehehe
Yuk, Adzkaa. Cari yang nggak begitu jauh dari rumah Adzka ajaa, di tengah-tengah
Yuk mba, WFRA aja (Work From Rumah Adzka) hehehehe
Ayok, Adzka kita WFC (Work From Cikarang) hehe
gamau, cikarang banyak truck wkwkwkwk