Hari ini jadi salah satu hari yang cukup menarik selama magang karena aku berkesempatan mengikuti kegiatan literasi investasi yang diadakan oleh perusahaan dengan menghadirkan pembicara dari Bibit, yaitu Pak Riki. Jujur saja, sebelum mengikuti sesi ini aku merasa masih sangat awam dan bisa dibilang cukup “buta” mengenai dunia investasi. Selama ini aku hanya sering mendengar istilah saham, obligasi, atau reksadana, tapi belum benar-benar memahami bagaimana cara memulainya dengan baik.
Karena akhir-akhir ini aku mulai mencoba belajar investasi secara perlahan, aku jadi cukup antusias mengikuti sesi tersebut. Apalagi beberapa waktu terakhir aku baru mencoba menaruh dana di reksadana pasar uang karena menurutku itu pilihan yang paling aman untuk pemula seperti aku. Jadi saat diberikan kesempatan bertanya, aku mencoba menanyakan hal yang memang sedang aku pikirkan.
Aku bertanya ke Pak Riki, sebagai seseorang yang masih pemula dan baru mencoba reksadana pasar uang karena risikonya rendah, apakah sebaiknya aku tetap fokus di reksadana terlebih dahulu dalam beberapa waktu atau sudah bisa mulai mencoba instrumen lain seperti obligasi maupun saham secara bertahap.
Menurutku jawaban dari Pak Riki cukup menarik dan membuat aku jadi lebih tenang dalam belajar investasi. Beliau menjelaskan kalau sebenarnya tidak ada patokan pasti kapan seseorang harus pindah ke instrumen investasi lain. Semua kembali lagi ke seberapa cepat kita belajar dan memahami risiko dari masing-masing instrumen tersebut. Jadi bukan soal harus cepat masuk saham atau obligasi, tapi lebih ke bagaimana kita memahami apa yang kita pilih.
Dari jawaban itu aku jadi sadar kalau investasi memang bukan tentang ikut-ikutan atau ingin cepat mendapatkan keuntungan besar. Tapi lebih ke bagaimana kita memahami tujuan keuangan, profil risiko diri sendiri, dan seberapa siap kita mempelajari hal tersebut. Karena jujur saja, sebelumnya aku sempat berpikir apakah aku terlalu “aman” kalau masih stay di reksadana pasar uang. Tapi setelah mendengar penjelasan tadi, aku jadi merasa proses belajar memang nggak perlu terburu-buru.
Selain sesi literasi investasi, hari ini juga ada briefing mengenai AkFina, yaitu aplikasi yang dibuat oleh perusahaan tempat aku magang. Dari penjelasan yang diberikan, aku jadi tahu kalau aplikasi ini dibuat untuk membantu pengelolaan financial secara lebih teratur, mulai dari mengatur, mencatat, mengelola, sampai membuat planning keuangan.
Menurutku hal seperti ini menarik banget, apalagi sekarang semakin banyak orang yang mulai sadar pentingnya financial planning. Kadang kita merasa uang hanya keluar dan masuk begitu saja tanpa benar-benar dicatat dengan baik. Padahal dengan adanya tools atau aplikasi seperti itu, pengelolaan keuangan bisa jadi lebih terarah dan membantu kita memahami kondisi finansial sendiri.
Hari ini aku jadi merasa mendapatkan banyak insight baru, terutama tentang bagaimana pentingnya memahami keuangan sejak sekarang. Walaupun aku masih di tahap awal belajar investasi, setidaknya sekarang aku jadi lebih paham kalau proses belajar financial itu memang harus dilakukan pelan-pelan dan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dan jujur, aku cukup senang karena dari kegiatan hari ini aku jadi merasa lebih tertarik untuk belajar mengenai investasi dan pengelolaan keuangan lebih dalam lagi. Karena ternyata dunia financial nggak seseram atau serumit yang dulu aku bayangkan. Justru semakin dipelajari, semakin terasa menarik dan penting untuk kehidupan ke depannya.
Leave a Reply