Pagi ini awalnya terasa biasa saja. Aku bangun seperti hari-hari sebelumnya, menjalani rutinitas tanpa ada firasat apa pun. Sampai akhirnya aku menerima satu kabar yang langsung mengubah suasana hari itu. Kabar duka. Di momen itu, rasanya seperti berhenti sebentar. Kaget, diam, dan butuh waktu untuk benar-benar memahami apa yang baru saja aku dengar.
Setiap kali dapat kabar seperti itu, rasanya selalu sama. Nggak pernah benar-benar siap, walaupun ini bukan yang pertama kali. Di umur sekarang, aku mulai menyadari kalau kehilangan itu bukan sesuatu yang jauh lagi. Bukan sesuatu yang “nanti-nanti”. Sekarang sudah benar-benar terjadi. Dan sampai hari ini, sudah tiga orang terdekat yang pergi.
Angka itu mungkin terdengar sederhana, tapi buat aku, setiap satu orang punya cerita, punya kenangan, dan punya tempat sendiri. Walaupun mungkin tidak selalu bersama setiap hari, tapi kehadiran mereka tetap terasa. Dan saat mereka tidak ada, ada bagian kecil yang ikut hilang.
Kadang aku suka mikir, kenapa harus sekarang? Di saat semuanya masih terasa awal, di saat masih banyak hal yang belum sempat dilakukan, belum sempat dibalas. Tapi semakin dipikirkan, aku juga mulai sadar kalau kehilangan memang nggak pernah datang di waktu yang kita anggap “pas”. Selalu terasa terlalu cepat.
Dari kejadian-kejadian ini, aku jadi lebih banyak diam dan merenung. Tentang waktu yang terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Tentang orang-orang yang dulu ada, sekarang sudah tidak bisa ditemui lagi. Dan tentang orang-orang yang masih ada sekarang, yang sering kali tanpa sadar kita anggap akan selalu ada.
Padahal kenyataannya nggak seperti itu.
Sekarang aku mulai lebih sadar kalau hal-hal sederhana itu ternyata punya arti yang besar. Sekadar ngobrol, bertanya kabar, atau berkumpul, yang dulu mungkin terasa biasa saja, sekarang jadi sesuatu yang lebih berarti. Karena kita nggak pernah benar-benar tahu sampai kapan momen itu masih bisa terjadi.
Kehilangan memang nggak pernah mudah. Dan mungkin memang nggak akan pernah benar-benar terbiasa. Tapi dari situ, aku belajar untuk lebih menghargai waktu yang ada. Lebih peduli dengan orang-orang di sekitar, dan tidak menunda hal-hal yang sebenarnya bisa dilakukan sekarang.
Kadang kita terlalu sibuk dengan urusan masing-masing, sampai lupa kalau waktu itu berjalan terus. Dan ketika satu per satu orang mulai pergi, baru terasa betapa berharganya kebersamaan yang dulu sempat kita anggap biasa.
Sekarang, setiap kali mendengar kabar seperti itu, rasanya bukan hanya sedih. Tapi juga jadi pengingat. Pengingat untuk lebih hadir, lebih menghargai, dan lebih menjaga hubungan dengan orang-orang yang masih ada.
Aku cuma bisa berharap, semoga semua keluarga yang masih ada sekarang selalu diberikan kesehatan dan umur panjang. Semoga masih banyak waktu yang bisa dijalani bersama, tanpa harus kehilangan lagi dalam waktu dekat.
Dan untuk mereka yang sudah lebih dulu pergi, semoga tenang di tempat terbaik.
Leave a Reply