Bukan Sekadar untuk Diri Sendiri

Ada satu hal yang diam-diam tumbuh dalam diriku sejak lama. Keinginan untuk sukses, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi karena aku pernah melihat bagaimana keluarga meskipun bukan keluarga inti harus berjuang dalam keadaan yang tidak mudah.

Mereka bukan orang yang setiap hari bersamaku, tapi cukup dekat untuk membuatku peduli. Ada momen-momen di mana aku melihat sendiri bagaimana mereka menghadapi kesulitan. Bukan sesuatu yang selalu mereka ceritakan, tapi bisa terlihat dari cara mereka menjalani hari. Dari situ, aku mulai mengerti bahwa tidak semua orang punya jalan yang ringan.

Dan dari situ juga, muncul perasaan yang sulit dijelaskan. Ingin membantu, ingin melakukan sesuatu, ingin meringankan beban mereka. Tapi di saat yang sama, aku sadar bahwa aku belum sepenuhnya mampu. Rasanya seperti ada dorongan yang besar di dalam hati, tapi belum diikuti dengan kemampuan yang cukup.

Kadang aku hanya bisa diam dan menyimpan perasaan itu sendiri. Bukan karena tidak peduli, justru karena terlalu peduli tapi belum bisa berbuat banyak. Perasaan itu yang akhirnya berubah menjadi motivasi. Pelan-pelan, tanpa disadari, itu menjadi alasan kenapa aku ingin terus berkembang.

Aku ingin sampai di titik di mana aku tidak hanya bisa melihat, tapi juga bisa membantu. Tidak harus dengan hal yang besar, tapi cukup untuk membuat mereka merasa tidak sendirian. Cukup untuk sedikit meringankan apa yang mereka rasakan.

Perjalanan menuju ke sana tentu tidak instan. Aku masih di tahap belajar, masih membangun diri, masih mencoba memahami banyak hal. Tapi setiap kali aku merasa lelah atau kehilangan arah, aku selalu ingat alasan itu.

Bahwa di luar sana, ada orang-orang yang pernah aku lihat berjuang, dan aku ingin suatu hari bisa menjadi bagian dari solusi untuk mereka.

Mungkin sekarang aku belum bisa memberikan banyak. Tapi aku percaya, selama aku terus berjalan dan tidak berhenti, akan ada waktunya di mana aku bisa melakukan lebih dari sekadar merasa.

Dan ketika saat itu datang, aku ingin membantu dengan cara yang tulus. Bukan karena kewajiban, tapi karena memang dari awal, keinginan itu sudah ada di hati.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *