Kadang aku suka berpikir, kapan sih sebenarnya seseorang bisa dibilang “dewasa”? Apa harus punya pekerjaan tetap? Apa harus punya banyak uang? Atau harus punya kehidupan yang terlihat mapan?
Tapi semakin aku menjalani hari-hari, aku mulai sadar kalau proses tumbuh itu bukan tentang hal besar. Justru kadang hal kecil yang terlihat sepele bisa jadi tanda kalau kita sudah berkembang jauh.
Aku dulu tipe orang yang gampang panik.
Hal kecil saja bisa bikin pikiranku kacau. Kalau ada masalah sedikit, aku langsung overthinking, langsung menyalahkan diri sendiri, dan rasanya seperti dunia mau runtuh. Aku juga sering merasa takut mengambil keputusan karena terlalu banyak memikirkan kemungkinan buruk yang bahkan belum tentu terjadi.
Tapi akhir-akhir ini aku mulai merasakan perubahan yang tidak aku sadari sebelumnya.
Perubahan itu muncul dari hal-hal kecil.
Misalnya, sekarang kalau aku menghadapi masalah, aku tidak langsung meledak atau panik. Aku belajar untuk berhenti sebentar, menarik napas, lalu mikir pelan-pelan. Aku belajar menenangkan diri dulu sebelum mengambil tindakan. Walaupun tetap ada rasa takut, tapi aku bisa mengontrolnya dengan lebih baik.
Hal kecil lainnya adalah cara aku memandang kegagalan.
Dulu, kalau aku melakukan kesalahan, aku merasa itu akhir dari segalanya. Aku merasa gagal total dan jadi minder. Tapi sekarang aku mulai belajar menerima bahwa salah itu manusiawi. Aku mulai bisa berkata pada diri sendiri, “Yaudah, gapapa. Yang penting aku belajar dan tidak mengulanginya.”
Aku juga mulai sadar bahwa aku lebih bisa menjaga emosiku.
Bukan berarti aku tidak pernah sedih atau capek. Aku tetap bisa menangis, tetap bisa merasa lelah, tapi bedanya sekarang aku tahu bahwa semua itu wajar. Aku tidak lagi merasa bersalah hanya karena aku sedang tidak baik-baik saja.
Dulu aku sering memaksakan diri untuk terlihat kuat di depan orang lain.
Sekarang aku mulai belajar bahwa menjadi kuat bukan berarti selalu terlihat baik-baik saja. Menjadi kuat adalah ketika kita berani mengakui bahwa kita sedang capek, dan kita memberi waktu untuk diri sendiri beristirahat.
Aku juga mulai lebih menghargai hal-hal sederhana.
Hal seperti pulang ke rumah dengan selamat, makan makanan yang aku suka, punya waktu untuk tidur cukup, atau sekadar ngobrol santai dengan keluarga. Dulu aku mungkin menganggap itu biasa. Tapi sekarang aku sadar bahwa hal-hal kecil seperti itu adalah bentuk kebahagiaan yang sering kita lupakan.
Yang paling terasa, aku mulai bisa memilih.
Aku mulai bisa memilih apa yang pantas aku pikirkan, dan apa yang harus aku lepaskan. Aku belajar bahwa tidak semua hal harus aku tanggapi, tidak semua orang harus aku bahagiakan, dan tidak semua masalah harus aku tanggung sendiri.
Dan itu menurutku adalah bentuk pertumbuhan yang paling nyata.
Aku tidak tahu apakah aku sudah benar-benar dewasa atau belum. Tapi aku merasa, aku sedang berjalan ke arah sana. Aku sedang belajar, pelan-pelan.
Kadang proses tumbuh itu tidak terlihat jelas.
Tapi saat aku melihat diriku yang sekarang, aku sadar satu hal: aku sudah jauh lebih kuat dibanding versi diriku yang dulu.
Bukan karena aku tidak pernah takut lagi, tapi karena sekarang aku tahu cara menghadapi rasa takut itu.
Dan ternyata, hal kecil seperti bisa menenangkan diri, bisa memaafkan diri sendiri, dan bisa menerima hidup apa adanya… adalah tanda bahwa aku sudah tumbuh.
Leave a Reply