Melanjutkan Hari

Hello! Setelah long weekend, akhirnya di hari Senin ini aku kembali menjalani aktivitasku seperti biasa, yaitu pergi magang. Karena hari Jumat kemarin bertepatan dengan tanggal merah, aku libur dari Jumat sampai Minggu. Long weekend kali ini cukup seru dan penuh cerita.

Di hari Jumat, aku memilih untuk tetap di rumah dan benar-benar beristirahat. Baru di hari Sabtunya aku pergi jalan-jalan. Kami memang sudah merencanakan untuk pergi ke Tebet dan makan AYCE di Hatori. Alasannya sederhana ramah di kantong, tapi kualitas dagingnya cukup premium. Setelah puas makan AYCE, kami melanjutkan perjalanan ke Kemang untuk mencoba dessert cokelat di Moreu. Sudah lama sekali aku ingin mencobanya, tapi selalu saja belum ada kesempatan. Akhirnya, Sabtu kemarin keinginanku tercapai. Aku sangat senang karena memang aku pecinta dessert cokelat.

Karena waktu masih cukup panjang, kami pun memutuskan untuk pergi ke sebuah kafe yang sebenarnya sudah pernah kami kunjungi sebelumnya di Tebet, tetapi kali ini mencoba cabangnya yang ada di Kemang. Setelah seharian menghabiskan waktu bersama, kami pulang ke rumah masing-masing. Seperti biasa, aku diantar pulang ke Bekasi terlebih dahulu, lalu dia kembali ke Jakarta Selatan. Begitu pula saat menjemputku. Memang sudah menjadi rutinitas kami, hehe.

Di hari Minggu, aku terbangun pagi-pagi dengan cukup kaget karena rumah nenekku terendam banjir. Rumah nenek dan rumahku sebenarnya menyatu, hanya saja memiliki perbedaan tinggi tanah. Dapurnya digunakan bersama. Hujan yang turun sejak malam sebelumnya tidak berhenti-berhenti dan menyebabkan banjir. Saat aku bangun, air memang sudah mulai surut, tetapi aku tetap membantu keluargaku mengeluarkan air dari dalam rumah. Ayah dan aku fokus menguras air, sementara mamah memasak.

Di tengah kesibukan itu, tiba-tiba terdengar teriakan dari arah dapur. Ternyata mamah terjatuh dari tangga karena lantainya licin. Rumahku memang bukan rumah bertingkat, tetapi ada sekitar empat anak tangga yang menghubungkan rumahku dengan rumah nenek. Kami semua panik karena mamah terlihat sangat syok, bajunya basah, dan mengeluh kesakitan. Setelah beberapa saat, mamah mulai sedikit tenang. Aku pun menggantikan beliau memasak. Walaupun aku tidak pandai memasak, setidaknya untuk memotong bahan dan memasukkannya ke kompor aku masih bisa.

Tak lama kemudian, mamah memanggil tukang urut langganannya. Ternyata tangan dan kakinya memar dan terasa cukup sakit. Kejadian itu membuatku banyak berpikir. Mungkin setiap orang tua selalu berharap rasa sakit anaknya bisa mereka gantikan. Sebagai anak, aku pun merasakan hal yang sama. Jika bisa ditukar, aku rela menukar apa pun asalkan kedua orang tuaku selalu sehat.

Memasuki hari Senin, aku kembali menjalani rutinitasku. Aku bersiap untuk pergi magang seperti biasa. Cuaca pagi itu cukup mendung, tetapi tidak hujan. Dalam perjalanan, aku mampir sebentar untuk membeli sarapan. Hari ini aku membawa bekal untuk makan siang. Jalanan cukup tergenang banjir, tetapi sekitar 20 menit kemudian aku sudah sampai di kantor. Saat itu suasana kantor masih cukup sepi, hanya ada Mang Gun, Mas Bagus, dan aku.

Setelah sampai, aku mengeluarkan laptop lalu pergi ke warung sebentar untuk membeli saus, sambal, dan Beng-Beng sebagai teman makan siang nanti. Ketika kembali ke kantor, sudah ada Mbak Ika, Rafi, dan Mas Labib. Aku sempat mengobrol sebentar dengan Mas Labib, membahas soal banjir yang terjadi di beberapa daerah.

Ternyata hari ini juga ada briefing all team. Sebelum briefing dimulai, aku sarapan sambil menyelesaikan sedikit misi Duolingo. Briefing kali ini cukup berbeda karena biasanya dilakukan di hari Jumat, tetapi sekarang dipindahkan ke hari Senin. Sekitar pukul sembilan lewat, briefing selesai. Setelah itu aku langsung melakukan rekonsiliasi bank seperti biasa. Alhamdulillah, hari ini proses rekonsiliasi berjalan lancar tanpa kendala. Setelah selesai, aku menginformasikan hasilnya ke grup divisi.

Aku kemudian merapikan beberapa arsip invoice. Tak lama setelah itu, Mbak Nanda menginformasikan untuk meminta tanda tangan invoice. Karena sudah mendekati jam makan siang, aku menyempatkan diri menyelesaikan misi Duolingo terlebih dahulu. Setelah itu, aku makan siang dengan bekal yang kubawa sambil menonton drama Korea yang sedang kutonton.

Sepuluh menit sebelum jam kerja dimulai kembali, aku memutuskan untuk mulai memindai invoice yang akan dikirimkan ke klien. Setelah semua invoice discan, aku melakukan packing dan mengarsipkannya ke dalam Excel. Selanjutnya, aku menginput beberapa petty cash, menyesuaikan saldo di Zoho dengan akun bank, serta melengkapi tanda tangan untuk arsip petty cash. Setelah itu, aku membuat laporan untuk diunggah ke web magang Kemnaker dan membaca artikel Catatan Harian Dahlan di web Disway.

Sisa pekerjaanku masih seputar hal-hal tersebut hingga akhirnya tiba waktunya pulang. Hari ini aku menjalani hari dengan mood yang baik, tenang, dan penuh rasa syukur. Aku berharap setiap langkah yang kujalani bisa membawaku semakin dekat dengan mimpi-mimpiku.

Sampai jumpa.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *