Dulu, Nomor HP Ternyata Semudah Itu Didapat
Kalau mengingat zaman masih SD, rasanya banyak hal yang sekarang terlihat sederhana ternyata dulu prosesnya cukup panjang. Salah satunya ketika mau membeli pulsa atau kuota.
Sekitar kelas 6 SD, aku baru punya HP sendiri. Waktu itu beli pulsa atau kuota belum semudah sekarang yang tinggal buka mobile banking, pilih nominal, bayar, lalu selesai. Kalau mau isi pulsa, biasanya harus datang langsung ke counter HP.
Di counter, sebelum pulsa atau kuotanya diisi, kita biasanya diminta menuliskan nomor HP terlebih dahulu. Setelah itu tinggal menyebutkan mau beli pulsa atau paket internet berapa, lalu menunggu sampai masuk ke HP.
Kalau dipikir-pikir sekarang, ternyata sistem seperti itu cukup menarik juga dari sisi keamanan data. Nomor HP yang kita tulis di secarik kertas atau buku counter bisa saja dilihat oleh orang lain. Apalagi waktu itu rasanya belum terlalu kepikiran soal data pribadi seperti sekarang.
Aku pernah mengalami kejadian yang sampai sekarang masih aku ingat. Waktu itu tiba-tiba ada orang asing yang mengirim SMS ke nomor HP-ku. Karena masih kecil dan memang penasaran, aku langsung bertanya bagaimana dia bisa tahu nomor HP-ku.
Jawabannya justru bikin agak takut. Dia bilang mendapatkan nomorku dari nomor-nomor yang ada di counter HP. Katanya, dia sengaja datang ke counter terdekat dan mengambil nomor HP orang secara random.
Entah benar atau tidak, yang jelas sebagai anak SD waktu itu rasanya cukup aneh mendengar ada orang yang sengaja mencari nomor HP orang asing seperti itu. Zaman itu juga sepertinya belum terlalu umum orang membicarakan soal keamanan data atau bagaimana nomor HP bisa tersebar. Jadi ketika ada orang asing tiba-tiba menghubungi, rasanya memang cukup mengganggu.
Akhirnya ya sudah, nomor tersebut aku abaikan dan kalau tidak salah langsung aku blokir. Tapi sekarang kalau dipikir-pikir malah jadi penasaran, zaman itu sebenarnya sudah ada fitur blokir nomor belum, ya? Wkwkwkw.
Sekarang cara membeli pulsa dan kuota sudah jauh berbeda. Hampir semuanya bisa dilakukan sendiri dari HP tanpa perlu menuliskan nomor di counter. Dari kejadian kecil seperti itu, baru terasa kalau perkembangan teknologi bukan cuma membuat semuanya lebih praktis, tetapi juga perlahan membuat kita lebih sadar bahwa nomor HP pun termasuk informasi yang perlu dijaga.