Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Ternyata Pulang Sendiri Nggak Seseram Itu

By adzka
September 14, 2026 3 Min Read
2

Beberapa waktu lalu aku punya pengalaman baru. Untuk pertama kalinya, aku pulang dari Bandung ke Bekasi sendirian naik kereta.

Sebenarnya aku nggak benar-benar sendirian dari awal. Aku masih diantar sama teman-teman sampai stasiun. Jadi rasa “sendirian”-nya baru benar-benar dimulai setelah aku berpisah sama mereka dan harus masuk ke stasiun sendiri.

Dan ternyata, bagian menuju keretanya lumayan hectic.

Aku harus jalan cepat sambil bawa koper, memastikan keretanya nggak ditinggal, sambil sesekali melihat petunjuk supaya nggak salah arah. Rasanya kayak lagi dikejar waktu banget. Hahaha.

Begitu akhirnya sampai di kereta, aku langsung mencari tempat duduk dan mencoba menaruh koper ke tempat penyimpanan di atas. Masalahnya, ternyata aku nggak sampai. Sudah coba angkat, tapi memang sepertinya terlalu tinggi buat aku.

Untungnya ada orang baik yang membantu menaikkan koperku ke atas.

Saat itu aku langsung berpikir, kalau tadi nggak ada yang membantu, mungkin koperku bakal aku taruh di bawah saja. Daripada aku maksa mengangkat tapi malah bikin koper jatuh atau diri sendiri yang jatuh.

Karena pulangnya sendirian, sebelum berangkat aku juga sempat berdoa, “Semoga nanti nggak ada orang di sebelahku deh.”

Hehehe, ternyata ada.

Ya sudah, mungkin doanya kurang spesifik.

Sepanjang perjalanan, aku lebih banyak berusaha menahan ngantuk. Bukan karena nggak nyaman, justru sebenarnya nyaman banget. Tapi aku takut kebablasan tidur dan malah kelewatan turun. Jadi daripada tidur dengan tenang lalu bangun-bangun sudah lewat Bekasi, aku memilih main HP sambil sesekali melihat keadaan sekitar.

Sampai akhirnya mulai lapar.

Sebenarnya di dalam kereta ada kantin, tapi aku nggak mau meninggalkan barang-barang sendirian di tempat duduk. Mau membawa semua barang ke kantin juga rasanya malah tambah ribet.

Terus aku baru tahu kalau ternyata makanan bisa dipesan lewat aplikasi KAI.

Akhirnya aku pesan cuanki dan air mineral. Tinggal duduk manis, nanti makanannya datang ke tempat duduk. Lumayan banget buat aku yang sudah capek setelah perjalanan menuju stasiun tadi.

Oh iya, ada satu hal kecil yang bikin perjalanan terasa lebih menyenangkan. Karena sebelumnya sudah cukup capek lari-lari kecil sambil bawa koper supaya cepat sampai ke kereta, untungnya Mba Nanda membelikanku Fore cokelat.

Dan entah kenapa, minuman itu terasa seperti hadiah setelah berhasil melewati fase “kejar-kejaran dengan waktu” tadi.

Duduk di kursi, minum cokelat, sambil main HP, rasanya langsung lebih relax.

Setelah beberapa lama, aku mulai benar-benar menikmati perjalanan itu. Sampai akhirnya kepikiran, “Wow, seru juga ya jalan-jalan sendiri.”

Awalnya aku pikir pulang sendiri bakal terasa sepi atau malah bikin bingung. Tapi ternyata nggak juga. Ada rasa bebas karena aku bisa menentukan sendiri mau ngapain selama perjalanan. Mau main HP, makan, bengong, atau cuma duduk menikmati perjalanan.

Sayangnya karena perjalanan pulangnya malam, aku nggak bisa melihat pemandangan dari jendela kereta. Padahal aku penasaran juga seperti apa perjalanan Bandung-Bekasi kalau dilihat dari kereta.

Tapi meskipun nggak bisa menikmati pemandangan, aku tetap enjoy banget selama di kereta.

Sampai akhirnya pengumuman kalau sebentar lagi kereta akan tiba di Stasiun Bekasi terdengar. Aku mulai bersiap, termasuk memikirkan satu hal yang dari tadi sudah ada di kepala: koper.

Kalau menaikkan koper saja aku tadi butuh bantuan, gimana nanti menurunkannya?

Ternyata lagi-lagi ada orang baik. Orang yang duduk di sebelahku membantu menurunkan koper dari tempat penyimpanan.

Aku jadi berpikir, lucu juga ya perjalanan pertamaku pulang sendirian ini. Dari awal sampai di kereta dibantu orang, sampai mau turun pun masih ada yang membantu.

Ternyata mungkin yang membuat perjalanan sendirian terasa lebih ringan bukan karena kita benar-benar bisa melakukan semuanya sendiri, tapi karena di perjalanan selalu ada saja orang baik yang membantu ketika kita memang sedang membutuhkannya.

Setelah turun dari kereta, akhirnya aku sampai juga di Bekasi. Dan seperti biasa, keluarga yang menjemputku. Hehehe.

Tiga jam perjalanan yang awalnya terasa sedikit bikin deg-degan ternyata malah menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Aku jadi kepikiran untuk coba solo traveling kapan-kapan. Entah ke mana, entah kapan. Yang jelas, pengalaman pulang dari Bandung ke Bekasi sendirian ini jadi semacam percobaan kecil bahwa ternyata aku bisa juga pergi sendiri.

Walaupun tetap harus diizinkan dulu tentunya. Hehehe.

Untuk sekarang, satu perjalanan ini saja sudah cukup membuatku senang.

Ternyata pulang sendiri nggak seseram itu.

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Beberapa Hal Memang Lebih Enak Dibiarkan Jadi Cerita

Next

Belum Lama, Tapi Sudah Berganti

2 Comments
  1. Vavai says:
    September 14, 2026 at 1:40 pm

    Justru sesekali melakukan berbagai hal sendiri itu malah bisa menjadi pengalaman menarik. Kita nggak tergantung pada orang lain dan kita bisa menikmati suasana dari sudut pandang sendiri.

    https://vavai.medium.com/melawan-kekhawatiran-passport-traveling-209efe8fc95

    Reply
    1. adzka says:
      September 15, 2026 at 12:40 am

      Terima kasih, Pak Boss, atas insight-nya. Sudah saya baca blog Pak Boss dan sangat menginspirasi, serta membuat saya tambah semangat untuk mencoba hal baru sendiri.

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme