Ada-Ada Saja Penyebab Macet Hari Ini
Perjalanan pulang hari ini rasanya sedikit berbeda dari biasanya. Jalan yang hampir setiap hari aku lewati dan biasanya tidak pernah mengalami kemacetan parah, hari ini justru memberikan pengalaman yang cukup menguji kesabaran.
Awalnya aku hanya berpikir mungkin memang sedang ramai. Tapi semakin mendekati rumah, jalanan justru semakin padat. Kendaraan berjalan sangat pelan, bahkan beberapa kali harus berhenti cukup lama.
Padahal, jalan tersebut memang sudah cukup sempit. Lebarnya kurang lebih hanya cukup untuk kendaraan dari dua arah. Kalau salah satu sisi sedikit saja terhalang, sudah pasti kendaraan lain akan kesulitan untuk lewat.
Karena penasaran, aku terus melihat ke depan sambil bertanya-tanya sebenarnya apa yang menyebabkan kemacetan sepanjang ini.
Kupikir mungkin ada kecelakaan atau sesuatu yang cukup serius.
Ternyata setelah semakin dekat dengan sumber kemacetan, penyebabnya hanya satu mobil yang berhenti di pinggir jalan, tepat di depan sebuah rumah makan.
Aku benar-benar tidak tahu harus bereaksi bagaimana.
Maksudku, jalan itu sudah super duper sempit dan memang hanya cukup untuk dua arah. Ditambah satu mobil yang berhenti di pinggir jalan, otomatis jalan menjadi semakin sempit dan kendaraan dari arah berlawanan pun kesulitan untuk lewat.
Akhirnya semua kendaraan terhambat.
Satu mobil berhenti, satu jalan ikut terdampak.
Mungkin bagi pengemudi mobil tersebut hanya berhenti sebentar. Tapi ternyata “sebentar” itu cukup untuk membuat banyak orang harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan.
Kadang memang penyebab kemacetan tidak selalu sesuatu yang besar. Bisa saja hanya karena satu kendaraan yang berhenti di tempat yang kurang tepat.
Hari ini aku kembali diingatkan bahwa di jalan raya, sedikit tindakan dari satu orang ternyata bisa berdampak ke banyak orang lainnya.
Tapi ya sudahlah.
Namanya juga perjalanan pulang. Selalu ada saja kejadian yang tidak terduga.
Hari ini: terjebak macet karena satu mobil yang parkir di jalan sempit.
Besok? Entah ada cerita apa lagi.
Huff.