Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Adzka Journal

My WordPress Blog

Adzka Journal

My WordPress Blog

  • Home
  • About
  • Sample Page
  • Home
  • About
  • Sample Page
Subscribe
Close

Search

Uncategorized

Takdir yang Ternyata Sudah Punya Jalannya Sendiri

By adzka
August 31, 2026 3 Min Read
0

Pagi ini, saat briefing, Pak Boss sempat membicarakan tentang takdir. Entah kenapa, pembahasan itu langsung mengingatkanku pada sesuatu yang beberapa hari lalu aku pikirkan saat perjalanan pulang dari kantor.

Aku jadi kembali berpikir, ternyata takdir seseorang itu benar-benar misterius.

Kadang kita merasa sudah punya rencana yang jelas tentang apa yang ingin kita lakukan. Sudah mencari ini-itu, sudah mempertimbangkan banyak hal, bahkan merasa harus segera mengambil keputusan karena takut tertinggal. Tapi ternyata, apa yang kita pikir akan menjadi jalan kita, belum tentu benar-benar menjadi tempat kita berakhir.

Aku jadi teringat masa setelah aku selesai magang di PDAM untuk memenuhi kebutuhan kuliah. Waktu itu, pikiranku cuma satu yaitu aku harus mencari tempat magang lagi yang punya opportunity lebih bagus untuk karierku ke depannya.

Aku mulai bertanya ke beberapa teman yang masih menjalani magang, terutama mereka yang mendapatkan tempat magang paid. Aku benar-benar mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan sempat berpikir, “Ya sudah, yang penting dapat tempat dulu.”

Sampai saat itu aku bahkan nggak terlalu memikirkan jarak tempuh. Yang penting aku punya kegiatan dan pengalaman lagi, daripada harus menganggur di rumah sambil menunggu sidang.

Beberapa tempat sempat aku pertimbangkan. Ada yang benefit-nya sebenarnya menurutku tidak terlalu sebanding dengan effort yang harus dikeluarkan karena jaraknya cukup jauh. Tapi waktu itu aku tetap berpikir, “Ya sudah, dijalani saja.”

Bahkan pernah ada kesempatan di daerah PIK.

Wowww.

Kalau dipikir-pikir sekarang, mau nggak mau memang harus ngekos kalau mau masuk akal. Kalau pulang-pergi setiap hari, rasanya cukup mustahil. Bisa saja sih pulang-pergi, tapi mungkin ujung-ujungnya tidur di stasiun. Hehehe.

Untungnya, dalam mengambil keputusan seperti itu aku selalu punya kedua orang tua yang bisa memberikan sudut pandang lain. Kadang ketika kita sedang terlalu ingin mendapatkan sesuatu, kita hanya melihat dari satu sisi. Orang tua justru bisa melihat hal-hal yang mungkin belum terpikirkan oleh kita.

Dan ternyata, keputusan-keputusan yang saat itu terasa kecil justru membawa aku ke jalan yang berbeda.

Aku sempat bekerja di sebuah perusahaan setelah itu, tetapi hanya bertahan beberapa bulan karena satu dan lain hal. Sampai akhirnya aku berada di titik sekarang, mendapatkan pekerjaan yang Alhamdulillah, sangat mendukung dari berbagai aspek, termasuk jarak yang ternyata sangat berpengaruh dalam keseharianku.

Kalau aku mengingat kembali perjalanan itu, rasanya lucu juga.

Dulu aku takut menganggur. Takut kalau nggak segera mendapatkan tempat magang atau pekerjaan, aku akan tertinggal. Sampai rasanya ingin mengambil kesempatan apa pun yang ada di depan mata.

Padahal mungkin, ada sesuatu yang memang sedang disiapkan untukku.

Sesuatu yang saat itu belum bisa aku lihat.

Aku jadi semakin percaya kalau nggak semua hal yang kita inginkan harus kita dapatkan saat itu juga. Ada kalanya kita merasa kecewa karena sebuah kesempatan tidak berjalan sesuai harapan, padahal bisa jadi kesempatan itu memang bukan untuk kita.

Dan sekarang aku bisa melihatnya sedikit demi sedikit.

Salah satu hal yang paling aku syukuri adalah kesempatan yang dulu diberikan oleh Excellent. Dari yang awalnya hanya mendapatkan kesempatan untuk magang, sampai akhirnya bisa mendapatkan kesempatan untuk bekerja. Kalau dipikir-pikir, kesempatan seperti itu mungkin tidak datang dua kali, apalagi bisa datang di tempat dan waktu yang tepat.

Karena itu, aku nggak pernah berhenti mengucapkan terima kasih untuk kesempatan yang pernah diberikan.

Mungkin memang seperti itu cara takdir bekerja.

Kita sibuk membuat rencana, mencari jalan terbaik, membandingkan satu kesempatan dengan kesempatan lainnya. Sementara di sisi lain, ada jalan yang belum kita ketahui sedang menunggu kita.

Dan mungkin, tugas kita bukan untuk mengetahui seluruh jalannya dari awal.

Cukup menjalaninya satu per satu, mengambil keputusan sebaik yang kita bisa, mendengarkan nasihat orang-orang yang menyayangi kita, lalu percaya bahwa apa yang memang menjadi bagian kita akan menemukan jalannya sendiri.

Karena ternyata, beberapa hal baru terasa masuk akal setelah kita melihatnya dari belakang.

Dan mungkin, itulah salah satu bentuk takdir yang paling indah.

Author

adzka

Follow Me
Other Articles
Previous

Ternyata Jadi Dewasa Banyak Banget “Oh”-nya

Next

First Flower

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Adzka Journal. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme