Ternyata Jadi Dewasa Banyak Banget “Oh”-nya
Semakin bertambah umur, aku semakin sering mengalami momen yang membuatku berpikir, “Ohhh, ternyata begini ya rasanya jadi dewasa.” Hehehe.
Dulu waktu masih sekolah, rasanya menjadi dewasa itu menyenangkan. Bisa melakukan banyak hal sendiri, punya penghasilan sendiri, pergi ke mana-mana tanpa terlalu banyak ditanya, dan tentunya merasa hidup akan jauh lebih bebas.
Ternyata setelah dijalani… kok banyak juga “oh”-nya. Wkwkwk.
Salah satu yang paling terasa adalah ketika mulai sadar kalau ternyata orang tua juga bisa capek. Dulu mungkin aku hanya melihat mereka sebagai orang yang selalu ada di rumah dan mengurus banyak hal. Sekarang, setelah mulai punya kesibukan sendiri, aku jadi lebih mengerti kalau setiap orang punya lelahnya masing-masing.
Aku juga mulai sadar kalau waktu bersama keluarga ternyata nggak bisa selalu dianggap akan ada.
Dulu rasanya gampang banget mengajak pergi. Sekarang harus menyesuaikan jadwal masing-masing. Bahkan untuk sekadar makan bersama pun kadang harus mencari waktu yang cocok. Untungnya, sampai sekarang kami masih cukup sering menyempatkan makan di luar bersama. Tapi kalau untuk pergi beberapa hari seperti liburan kemarin, ternyata sudah jauh lebih jarang.
“Beranjak dewasa” juga membuatku belajar soal uang. Dulu kalau ingin sesuatu, rasanya tinggal bilang atau menabung sebentar. Sekarang mulai berpikir, “Ini benar-benar butuh atau cuma pengin?” Wkwkwk.
Ternyata punya penghasilan sendiri bukan berarti bisa membeli apa saja. Justru semakin punya uang sendiri, semakin banyak hal yang harus dipikirkan. Ada kebutuhan, tabungan, keinginan, dan hal-hal lain yang harus diprioritaskan.
Hal lain yang cukup terasa adalah soal pertemanan.
Dulu bertemu teman rasanya gampang. Pulang sekolah bisa langsung main atau nongkrong. Sekarang masing-masing sudah punya kesibukan. Ada yang bekerja, melanjutkan pendidikan, punya kegiatan lain, atau tinggal lebih jauh. Akhirnya, untuk bertemu saja perlu janjian dari jauh-jauh hari.
Tapi dari situ aku juga belajar bahwa hubungan yang baik nggak selalu harus bertemu setiap hari. Kadang walaupun sudah lama nggak bertemu, ketika akhirnya berkumpul lagi rasanya tetap bisa ngobrol seperti dulu.
Dan mungkin salah satu “oh” terbesar dari menjadi dewasa adalah menyadari bahwa nggak semua hal harus berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan.
Ada hal yang kita inginkan tapi belum waktunya. Ada yang sudah kita usahakan tapi hasilnya berbeda. Ada juga hal yang ternyata baru kita pahami setelah menjalaninya.
Dulu mungkin aku ingin semuanya cepat. Sekarang aku mulai belajar menikmati prosesnya.
Ternyata menjadi dewasa bukan tentang tiba-tiba punya semua jawaban. Justru semakin bertambah umur, semakin banyak hal yang membuat kita berkata, “Oh, ternyata hidup seperti ini ya.”
Dan mungkin itu yang membuat perjalanan menjadi dewasa menarik.
Setiap fase selalu punya pelajaran baru. Hari ini kita mungkin masih bingung dengan sesuatu, tapi beberapa tahun lagi bisa saja kita melihat ke belakang dan berkata,
“Ohhh… ternyata waktu itu aku memang sedang belajar.”
Jadi kalau sekarang masih sering merasa bingung, masih banyak bertanya, atau merasa belum tahu mau ke mana, mungkin itu juga bagian dari proses menjadi dewasa.
Karena ternyata, dewasa bukan berarti sudah tahu semuanya. Kadang justru tentang terus belajar dari setiap “oh” yang kita temui sepanjang perjalanan. 🤍