Kalau dipikir-pikir, sebelum menjalani magang aku benar-benar nggak pernah terlalu memperhatikan update kurs mata uang. Buatku waktu itu, berita tentang dollar naik, rupiah melemah, atau nilai tukar yang berubah setiap hari hanyalah bagian dari berita ekonomi yang lewat begitu saja. Kadang muncul di televisi, masuk timeline media sosial, atau jadi pembahasan orang dewasa, tapi aku sendiri nggak pernah benar-benar merasa perlu memahami itu semua.
Dulu aku selalu berpikir kalau urusan kurs mata uang itu hanya penting untuk orang-orang tertentu saja, seperti pebisnis besar, orang yang sering ke luar negeri, atau mungkin orang yang kerja di bank. Jadi saat melihat berita tentang rupiah turun, aku paling cuma bilang dalam hati, “Oh iya ya,” lalu lanjut scroll hal lain. Sesederhana itu.
Tapi ternyata sejak mulai magang dan lebih sering berhubungan dengan pekerjaan finance dan accounting, sudut pandangku mulai berubah sedikit demi sedikit. Sekarang hampir setiap hari aku melihat update kurs. Awalnya tentu bukan karena keinginan sendiri, tapi karena memang beberapa pekerjaan mengharuskan aku untuk mengecek nilai kurs sebelum melakukan pencatatan transaksi vendor luar negeri.
Biasanya aku harus melihat kurs Bank Indonesia atau kurs dari bank tertentu yang digunakan perusahaan sebelum transaksi dicatat ke dalam bill. Dan dari situ aku baru sadar kalau nilai kurs itu benar-benar berubah setiap hari. Kadang naik, kadang turun, bahkan selisihnya juga bisa cukup terasa untuk transaksi tertentu.
Awalnya aku juga sempat bingung. Karena ternyata dalam pekerjaan, penggunaan kurs nggak bisa asal ambil angka saja. Harus benar-benar dicek tanggal transaksinya, kurs yang digunakan, dan disesuaikan dengan kebutuhan pencatatan perusahaan. Dari yang awalnya terasa rumit, lama-lama justru jadi terbiasa.
Sekarang malah jadi lucu sendiri. Setiap ada berita tentang rupiah yang melemah atau dollar yang naik, aku jadi lebih paham maksudnya. Bahkan kadang refleks langsung buka internet buat lihat kurs hari itu. Aku jadi tahu kira-kira pergerakannya seperti apa dibanding hari sebelumnya. Padahal dulu, jangankan mengecek kurs setiap hari, tahu nilai dollar ada di angka berapa saja aku nggak terlalu peduli.
Menurutku, ini salah satu hal menarik dari dunia kerja dan magang. Banyak hal yang awalnya terasa jauh dari kehidupan kita, ternyata perlahan jadi dekat karena dijalani setiap hari. Dan tanpa sadar, rutinitas kecil seperti mengecek kurs itu malah jadi bagian dari keseharian.
Aku juga jadi mulai memahami kenapa berita ekonomi sering dianggap penting. Karena ternyata perubahan kecil dalam nilai tukar bisa berdampak ke banyak hal, terutama untuk perusahaan yang berhubungan dengan transaksi luar negeri. Walaupun aku masih dalam tahap belajar, setidaknya sekarang aku jadi lebih mengerti dibanding sebelumnya.
Kadang aku suka merasa kalau magang memang bukan cuma soal menyelesaikan tugas kantor atau belajar pekerjaan baru saja. Tapi juga tentang bagaimana kita jadi membuka wawasan terhadap banyak hal yang sebelumnya nggak pernah diperhatikan. Dari yang awalnya nggak tahu apa-apa, lama-lama jadi terbiasa dan mulai paham sedikit demi sedikit.
Dan mungkin itu juga yang bikin aku merasa proses magang ini cukup berharga. Karena selain mendapatkan pengalaman kerja, aku juga merasa pola pikirku jadi berkembang. Aku jadi lebih aware terhadap banyak hal, termasuk hal-hal kecil yang dulu terasa nggak penting.
Sekarang kalau ada orang ngobrol soal dollar naik atau rupiah turun, setidaknya aku nggak cuma diam sambil bingung lagi. Walaupun belum sepenuhnya paham seperti orang-orang yang memang ahli di bidang ekonomi, tapi setidaknya aku mulai mengerti arah pembahasannya. Dan buatku, itu sudah jadi perkembangan yang cukup besar dibanding diriku yang dulu.
Ternyata memang benar ya, semakin kita masuk ke dunia kerja, semakin banyak juga hal baru yang tanpa sadar ikut kita pelajari. Bahkan dari sesuatu sesederhana update kurs harian pun ternyata bisa jadi pengalaman belajar yang nggak pernah aku sangka sebelumnya.
Leave a Reply