Aku baru sadar kalau ternyata jadi orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain itu… capek. Tapi anehnya, walaupun sudah tahu capek, tetap aja susah untuk berhenti.
Kadang aku bilang “iya” padahal sebenarnya ingin bilang “nggak”. Kadang aku mengiyakan sesuatu bukan karena mau, tapi karena takut mengecewakan. Takut dianggap nggak enak, takut dibilang berubah, atau bahkan takut orang lain jadi menjauh.
Dan dari situ aku mulai mikir, kenapa ya sifat people pleaser ini susah banget dihilangkan?
Mungkin karena ini bukan cuma soal kebiasaan, tapi sudah jadi bagian dari cara kita melihat diri sendiri. Ada rasa ingin diterima, ingin dianggap baik, ingin nggak jadi masalah buat orang lain. Tanpa sadar, kita jadi lebih sering mendahulukan orang lain dibanding diri sendiri.
Awalnya terasa “baik”.
Terlihat peduli, terlihat perhatian.
Tapi lama-lama… melelahkan.
Karena kita terus menekan apa yang sebenarnya kita rasakan. Terus menyesuaikan diri, bahkan di hal-hal yang sebenarnya nggak perlu. Dan yang paling sering terjadi, kita jadi kehilangan batasan.
Aku juga masih ada di fase belajar. Belajar kalau bilang “nggak” itu bukan berarti jahat. Belajar kalau menjaga diri sendiri itu bukan hal yang egois.
Tapi memang nggak mudah.
Ada rasa nggak enak setiap kali mulai mencoba berubah. Ada pikiran, “nanti orang lain gimana ya?” atau “ini aku terlalu egois nggak sih?”
Padahal kalau dipikir lagi, kita juga punya hak untuk nyaman.
Mungkin alasan kenapa ini susah dihilangkan adalah karena kita sudah terlalu lama terbiasa. Terlalu sering menaruh perasaan orang lain di atas diri sendiri, sampai lupa rasanya jadi prioritas untuk diri sendiri.
Tapi sekarang aku mulai pelan-pelan berubah. Nggak langsung drastis, tapi dari hal kecil. Mulai jujur sama apa yang aku rasakan, mulai berani menolak hal yang memang nggak bisa aku lakukan.
Masih sering gagal, masih sering balik lagi ke kebiasaan lama.
Tapi nggak apa-apa.
Karena ternyata, belajar berhenti jadi people pleaser itu bukan tentang berubah dalam satu hari. Tapi tentang proses panjang untuk lebih menghargai diri sendiri.
Dan mungkin, itu yang sebenarnya penting 🤍
Leave a Reply