Hari ini aku menjalani kegiatan magang seperti biasa, tetapi rasanya hari ini cukup penuh dengan kejadian yang membuat pikiranku campur aduk. Mulai dari hal kecil yang membuat panik di jalan, sampai kabar duka yang datang secara tiba-tiba.
Pagi itu, perjalanan menuju kantor sebenarnya berjalan normal. Namun saat kondisi jalan mulai agak macet, tiba-tiba motorku mati mendadak. Jujur saja, aku sempat panik karena situasinya cukup ramai dan kendaraan di belakangku terus berjalan. Tapi aku berusaha untuk tetap tenang dan segera meminggirkan motorku agar tidak mengganggu pengguna jalan lain. Setelah itu, aku mencoba menyalakan motor sendiri.
Saat aku masih berusaha menyalakan motor, tiba-tiba ada seorang mas-mas dengan rambut pirang yang menghampiri. Dia langsung mengambil alih motorku dan menstandarkan motorku menggunakan standar dua. Aku sempat kaget karena semuanya terjadi begitu cepat, tetapi setelah beberapa detik aku langsung paham bahwa dia hanya ingin membantu menyalakan motorku.
Sejujurnya, kalau ada masalah dengan motor di jalan dan ada orang asing yang mendekat, aku biasanya merasa takut terlebih dahulu. Ada rasa khawatir dan curiga, apalagi sebagai perempuan yang sendirian. Namun semakin aku dewasa, aku mulai memahami bahwa tidak semua orang yang kita temui di jalan itu memiliki niat buruk. Kadang, orang-orang yang kita kira tidak peduli justru menjadi salah satu orang baik yang datang membantu di saat kita membutuhkan.
Aku benar-benar merasa bersyukur karena ada orang yang peduli dan mau menolong tanpa pamrih. Aku sangat berterima kasih kepada mas-mas tadi yang sudah membantu. Semoga hidupnya selalu diberi keberkahan, kesehatan, dan kelancaran dalam segala hal.
Setelah kejadian itu, aku melanjutkan perjalanan menuju kantor dan memulai kegiatan magang seperti biasa. Sesampainya di kantor, aku langsung mengerjakan tugas utama yaitu rekonsiliasi bank. Aku mengecek mutasi rekening perusahaan satu per satu dan mencocokkannya dengan invoice yang ada. Dari mutasi tersebut, aku harus memastikan transaksi yang masuk sesuai dengan pembayaran dari client.
Selain mencocokkan invoice, aku juga menghitung apakah terdapat potongan PPh 23 atau biaya administrasi bank. Setelah semuanya jelas, barulah aku menginput data tersebut ke Zoho dan mengubah status pembayaran menjadi paid. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian tinggi karena satu kesalahan kecil saja bisa membuat data keuangan tidak sesuai.
Setelah rekonsiliasi bank utama selesai, aku melanjutkan rekonsiliasi rekening bank lain yang berkaitan dengan pembayaran vendor luar negeri. Bagian ini terasa sedikit lebih menantang karena transaksi luar negeri biasanya memiliki detail yang lebih kompleks dan harus diperiksa dengan lebih hati-hati.
Kegiatan berikutnya adalah menginput petty cash, melengkapi arsipnya, serta menyesuaikan saldo yang tertera pada mutasi rekening dengan saldo yang tercatat di Zoho. Menurutku, penyesuaian saldo ini cukup penting karena bisa membantu memastikan bahwa semua transaksi sudah tercatat dengan benar.
Setelah itu, aku melakukan reminder bill yang sudah mendekati due date. Hal ini dilakukan agar perusahaan tidak sampai terlambat membayar dan tetap menjaga hubungan baik dengan vendor. Aku juga melakukan scanning invoice dan packing invoice yang akan dikirimkan kepada client. Walaupun terlihat sederhana, pekerjaan ini tetap membutuhkan ketelitian karena dokumen perusahaan harus dipastikan lengkap dan tidak tertukar.
Di sela-sela kegiatan hari ini, aku sempat mendapatkan kabar duka melalui chat di grup keluarga. Ayahku mengatakan bahwa saudara kami yang tinggal di depan rumah meninggal dunia. Kabar itu membuatku sangat kaget karena aku sama sekali tidak menyangka beliau pergi secepat itu. Aku baru tahu informasi tersebut dari grup, padahal ternyata kabar itu sudah ada sejak pagi.
Kabar seperti ini membuatku langsung teringat pada pengalaman yang pernah aku alami pada bulan November tahun lalu, saat aku masih bekerja di Cikarang. Saat itu, nenekku dari pihak ayah sedang berada di ICU. Malam sebelumnya aku sempat pergi ke rumah sakit untuk menjenguk beliau. Namun, pada keesokan harinya, kabar meninggalnya nenekku baru aku terima sekitar jam 3 sore. Rasanya sangat berat karena aku tidak mendapatkan informasi sejak awal.
Saat aku menerima kabar tersebut pada November tahun lalu, aku langsung meminta izin untuk pulang lebih awal karena keluarga menunggu aku untuk ikut proses pemakaman. Hari itu cuacanya sangat mendung dan hujan turun deras, seperti menggambarkan suasana hatiku yang sedang hancur.
Aku masih sangat ingat perjalanan pulang dari Cikarang menuju Bekasi. Aku mengendarai motor sambil menerjang banjir, ditemani hujan deras yang seolah mengiringi tangisanku sepanjang jalan. Rasanya seperti adegan di film, tetapi itu benar-benar terjadi di hidupku. Sampai sekarang aku masih ingat jelas bagaimana sesaknya perasaan saat itu, bagaimana aku menahan sedih sambil tetap harus kuat di jalan.
Pengalaman itu membuatku sadar bahwa kabar duka memang sering datang tanpa kita siap. Bahkan saat kita sedang sibuk beraktivitas, hidup bisa berubah hanya karena satu pesan singkat.
Aku hanya bisa berdoa, semoga keluarga yang sudah meninggalkan kami terlebih dahulu dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosanya, dan diterima seluruh amal kebaikannya. Jujur saja, sampai sekarang aku masih sering denial kalau nenekku sudah tidak ada. Rasanya seperti beliau masih ada, hanya sedang tidak terlihat saja.
Sekarang, nenek dan kakekku hanya tersisa satu dari pihak mama. Sedangkan dari pihak ayah, keduanya sudah meninggal dunia. Hal ini membuatku semakin sadar bahwa waktu berjalan cepat dan kita tidak pernah tahu kapan seseorang akan benar-benar pergi.
Hari ini mengajarkanku banyak hal. Aku belajar untuk tetap teliti dalam pekerjaan, belajar untuk tetap tenang saat menghadapi masalah di jalan, dan belajar bahwa hidup memang tidak pernah bisa ditebak. Dalam satu hari, kita bisa merasakan panik, bersyukur, lelah, lalu tiba-tiba sedih tanpa peringatan.
Semoga aku dan keluargaku selalu diberi kekuatan untuk menerima semua ini, dan semoga orang-orang yang telah pergi lebih dulu diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Leave a Reply